Berita Surabaya

Polisi Bantah 2 Mahasiswa Demonstran Hilang, Pengamanan Polrestabes untuk Lindungi Penghuni Asrama

Kepolisian Daerah Jawa Timur membantah informasi di media sosial adanya dua mahasiswa Papua hilang dalam demo mahasiswa di Surabaya.

Polisi Bantah 2 Mahasiswa Demonstran Hilang, Pengamanan Polrestabes untuk Lindungi Penghuni Asrama
surya.co.id/ mohammad romadoni
Puluhan mahasiswa Papua diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Polisi bantah dua mahasiswa hilang dalam akse demo mahasiswa Papua di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur membantah informasi di media sosial adanya dua mahasiswa Papua hilang dalam demo mahasiswa di Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan kondisi terkini pengamanan para pendemo yang menamakan diri mahasiswa Papua di Jl Pemuda Kota Surabaya. Mereka yang bersangkutan menginformasikan ada dua mahasiswa yang hilang.

Menurutnya, maksud dari kabar dua mahasiswa hilang itu diduga berpotensi membentuk opini yang seakan-akan pihak Kepolisian melakukan tindakan tidak terpuji.

"Padahal mereka (dua mahasiswa) menghilangkan diri," ungkapnya di Mapolda Jatim, Sabtu (2/12/2018).

Barung menjelaskan informasi teranyar dua mahasiswa yang dikabarkan hilang itu sudah dipulangkan.

Adapun identitas mahasiswa yang dikabarkan hilang yaitu Fachru Syahrasad. Dia adalah mahasiswa ITS semester 5 Fakultas Fokasi warga Jl Ketintang Pratama Nomor 2 Surabaya.

Arifin Agun Nugroho warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Dia adalah mahasiswa UNSA (Universitas Surakarta) semester tiga fakultas teknik sipil.

"Satu mahasiswa dipulangkan di Ketintang dan satunya masih berada di Polrestabes Surabaya," jelasnya.

Dijelaskankan pihak Kepolisian mengamankan 233 mahasiswa di asrama Papua, Sabtu (1/12/2018) sekira pukul 23.55 WIB guna melindungi penghun asrama.

"Demi keselamatannya, saat ini sebanyak 233 mahasiswa Papua diamankan di Polrestabes Surabaya," ujarnya.

Ditambahkannya, aksi demonstrasi itu telah memicu gejolak massa dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang cinta NKRI. Mereka menilai aksi demo itu membahayakan keutuhan NKRI yang diduga menyerukan kalimat bermuatan separatisme.

"Mereka di dalam asrama Papua meneriakkan yang berpotensi memicu provokasi sehingga massa Ormas marah. Kami tidak ingin terjadi bentrok maka penghuni asrama kami amankan di Polrestabes Surabaya," ucapnya.

Masih kata Barung, sementara saat itu pihak Kepolisian tidak diperbolehkan masuk ke Asrama Papua Jl Kalasan Nomor 10 Tambaksari Surabaya.

Pihaknya memastikan tidak ada 17 mahasiswa yang terluka. Mereka meminta kompensasi masing-masing 17 orang yang terluka itu senilai Rp 10 juta.

"Kami nyatakan tidak ada tindakan anarkis disini (demo)," imbuhnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved