Grahadi

Beranda Grahadi

Pakde Karwo: Peserta Gerak Jalan Mojosuro Harus Tangkap Makna Perjuangan

Kegiatan ini mampu menggabungkan antara nilai perjuangan dan rekreasi. Sehingga GJP Mojosuro cocok dengan masyarakat Jatim

Pakde Karwo: Peserta Gerak Jalan Mojosuro Harus Tangkap Makna Perjuangan
Ist/ Humas Pemprov Jatim
Pakde Karwo saat memberangkatkan peserta Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto Suroboyo (GJP Mojosuro) 2018 di depan Lapangan Raden Wijaya Surodinawan Jalan Surodinawan Kota Mojokerto, Sabtu (1/12/2018) sore 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Peserta Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto Suroboyo (GJP-Mojosuro) harus mampu menangkap makna perjuangan para pahlawan.

Peserta tidak hanya sekedar gerak jalan, tetapi memaknai proses sejarah dan perjuangan yang luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan harus dijadikan dasar.

“Kegiatan ini untuk memperingati perjuangan para pahlawan yang bertempur di Surabaya. Jadi yang kita bawa nilai perjuangan dan semangat untuk merdeka, maupun mempertahankan kemerdekaan,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat memberangkatkan GJP Mojosuro 2018 di depan Lapangan Raden Wijaya Surodinawan Jalan Surodinawan Kota Mojokerto, Sabtu (1/12/2018) sore.

Ia menjelaskan, nilai perjuangan di era digital seperti sekarang ini harus mampu melihat penggunaan teknologi lebih bermanfaat atau tidak. Selain itu, perkuatan keluarga juga merupakan nilai perjuangan yang harus ditangkap para peserta.

“Dari rumah itu nilai perjuangan dibangun,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Selain itu, Pakde Karwo memuji pelaksanaan GJP Mojosuro yang semakin baik. Kegiatan ini mampu menggabungkan antara nilai perjuangan dan rekreasi. Sehingga GJP Mojosuro cocok dengan masyarakat Jatim yang sangat khas memiliki jiwa petarung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Prov. Jatim Drs. Supratomo, M.Si mengatakan, tahun ini, pelaksanaan GJP ada yang spesial. Yakni, ada tambahan penilaian kepada regu atau perorangan dengan pakaian terunik. Sehingga, peserta bebas berkreasi asal temanya Hari Pahlawan.

“Jadi, penilaiannya tak hanya melalui kategori kerapian seragam atau barisan saja. Melainkan banyak aspek yang akan dinilai oleh 400 juri,” jelasnya.

Penilaian nanti akan dilakukan oleh 400 juri dari Persatuan Gerak Jalan, Galtap, GJD 45. Penilaiannya dari ketepatan waktu untuk pria 6 km/jam, sementara untuk wanita 5 km/jam, kerapian barisan dan kerapian seragam. Kalau tahun lalu hanya kategori putra putri beregu, tahun ini juga menilai pakaian terunik.

Selain itu, pendaftaran GJP tahun ini dilakukan secara online. Sedangkan untuk penilaian dilakukan dengan menggunakan barcode berbasis android. Begitu sampai di garis finish sudah bisa diketahui yang kecepatannya cepat atau lambat.

Gerak Jalan Perjuangan dengan rute Mojokerto-Surabaya merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. GJP tahun ini bertema “Kobarkan Semangat Perjuangan” dengan memperebutkan hadiah total senilai Rp 118,5 juta.

Sebanyak 10.250 peserta akan menempuh jarak 56 Km, dengan start di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan Jalan Surodinawan Kota Mojokerto dan finish di Tugu Pahlawan Surabaya. Nantinya ada dua pos peristirahatan, yakni di Krian dan Sepanjang.

"Jadi pos 1 dan pos 2 kita beri kesempatan ke peserta beristirahat selama 20 menit," ujar Supratomo.

Untuk event kali ini, pihak Pemprov Jatim bekerjasama dengan kepolisian yang menurunkan sebanyak 1.500 personil. Ada pula bantuan dari tim kesehatan, yakni beberapa dokter, perawat hingga ambulans yang akan stand by.

Sebelum GJP Mojokerto-Surabaya diberangkatkan, Kapolres Kota Mojokerto memberangkatkan Komunitas Sepeda Kuno sekitar 100 orang dan Kirab obor perjuangan yang membentangkan bendera merah putih sepanjang 178 meter. Kirab obor tersebut diikuti sebanyak 350-500 orang peserta yang dilakukan secara estafet. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved