Berita Banyuwangi

Setelah Bermasalah dengan Pelatih Persela Aji Santoso, Aliong Kini Terjerat Kasus Narkoba

Sempat dipenjara karena bermasalah dengan pelatih Persela, Heriyanto alias Aliong kembali diringkus polisi karena kasus narkoba.

Setelah Bermasalah dengan Pelatih Persela Aji Santoso, Aliong Kini Terjerat Kasus Narkoba
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Aliong (dua dari kiri) saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Banyuwangi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Setelah menjalani hukuman penjara karena bermasalah dengan pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, pengusaha Banyuwangi bernama Heriyanto alias Aliong, kembali bermasalah dengan hukum.

Kali ini Aliong ditangkap polisi karena narkoba. 

Sebelumnya Aliong dipenjara karena kasus yang melibatkan Aji Santoso.

Aji melaporkan Aliong karena match fee terhadap tim besutan Aji, Garuda Allstar, tidak dibayarkan saat mengikuti turnamen sepakbola, Sunrise of Java (SoJ) Cup, di Banyuwangi, 2015 lalu.

Saat itu, match fee sebesar Rp 200 juta yang menjadi hak tim Garuda Allstar, tidak dibayarkan oleh Aliong selaku penyelenggara SoJ Cup. Akibatnya, Aji melaporkan kasus tersebut, dan membuat Aliong dipenjara selama enam bulan.

Presiden Klub PSMP Mojokerto Angkat Bicara Soal Nama Vigit Waluyo dan Skandal Pengaturan Skor

Kali ini, Aliong ditangkap Satreskoba Polres Banyuwangi, karena kasus narkoba. Aliong ditangkap karena membawa tiga paket sabu-sabu dengan berat total 9,14 gram dan 10 butir ekstasi.

Aliong ditangkap di kawasan Kelurahan Klatak Banyuwangi, 27 November lalu.

"Tersangka kami tangkap usai melakukan transaksi narkoba," kata Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Kamis (29/11).

Dari Aliong, polisi lalu mengembangkan kasus tersebut dan menangkap dua tersangka lainnya, Aprinka Brian Bolista dan Ardian Noviyanto.

Dari dua orang tersebut, polisi menemukan sabu-sabu seberat 97,43 gram dan 74 butir ekstasi. Dua tersangka ini mendapat narkotika tersebut dari seseorang bernama Sena Pratama, dengan modus ranjau.

"Dua tersangka ini mendapat barang tersebut dari seseorang yang saat ini berada di Lapas," kata Taufik.
Taufik mengatakan perputaran uang dari kasus ini sekitar Rp 200 juta.

Aliong dan dua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat enam tahun atau 20 tahun, pidana seumur hidup atau pidana mati. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved