Advertorial

Gubernur Jatim Sebut SMK Mini Jadi Percontohan Vokasi Nasional, Begini Alasannya

Gubernur Jatim, Soekarwo, mengungkapkan SMK Mini ini solusi untuk menciptakan tenaga kerja baru yang produktif sebagai implementasi pendidikan vokasi

Gubernur Jatim Sebut SMK Mini Jadi Percontohan Vokasi Nasional, Begini Alasannya
surya/sulvi sofiana
Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka SMK Mini Jatim Great Expo 2018, Rabu (28/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kiprah SMK Mini di Provinsi Jawa Timur semakin dikenal dengan beragam pameran produk SMK Mini.

Gubernur Jatim, Soekarwo, mengungkapkan SMK Mini ini solusi untuk menciptakan tenaga kerja baru yang produktif sebagai implementasi pendidikan vokasi. Bahkan program SMK Mini rencananya akan menjadi percontohan vokasi nasional.

"Saat ini kami yang sudah rapat sekali merumuskan pendidikan vokasi 2019 dengan Menteri Perekonomian. Konsepnya belum ada yang matang, tapi uang di APBN sudah ada Rp 15 Triliun, konsep vokasi ya seperti SMK Mini ini," kata Soekarwo dalam pembukaan SMK Mini Jatim Great Expo 2018, Rabu (28/11/2018).

Menurutnya, SMK Mini menyasar pondok pesantren karena santri biasanya memiliki etika yang baik tapi minim ketrampilan. Apalagi revolusi industri tidak akan berjalan dengan baik jika SDMnya tidak memiliki ketrampilan.

"Perusahaan perlu kompetensi dan kepribadian yang bagus. Menangnya di jatim itu etika moralitas bagus, jiwa petarungnya bagus dan ketrampilannya sesuai," sambungnya.

Soekarwo menegaskan SMK Mini juga perlu didukung dengan kerjasama pihak ketiga untuk standardisasi produknya dan juga ditindaklanjuti dengan kerjasama industri.

Bermitra dengan industri, lanjutnya, adalah salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai pengangguran di Jatim.

"Termasuk kerja sama dengan Alfamart ini harus dipertahankan. Kalau MoU saat ini hanya bisa dengan 50 SMK, nantinya harus bisa dengan 100 SMK," tegasnya.

Sebab Jatim memiliki ratusan SMK unggulan yang berdaya saing.

"Misalnya SMK Mini, dari 264 kategori SMK, yang bertahan atau yang bisa menghasilkan produk-produk handal serta mencetak lulusan yang mampu berwirausaha ada 240 SMK," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved