Advertorial

SMK Mini Jatim Great Expo 2018 Siapkan Produk Layak Jual

Saiful melihat banyak produk SMK Mini layak jual. Hanya saja, membutuhkan polesan yang lebih untuk meningkatkan harga jualnya

SMK Mini Jatim Great Expo 2018 Siapkan Produk Layak Jual
surya/sulvi sofiana
Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman, saat melihat stan pameran produk SMK Mini yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur di JX International Convention Exhibition selama tiga hari, mulai Selasa sampai Kamis (27-29/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pameran produk program SMK Mini kembali digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur di JX International Convention Exhibition selama tiga hari, mulai Selasa sampai Kamis (27-29/11/2018). Softlaunching pameran ini dibuka langsung oleh Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman.

Saiful mengungkapkan beragam produk nyata buatan SMK Mini ini dipamerkan agar bisa dikenal oleh masyarakat.

"SMK Mini sudah didorong produksinya biar bisa laku dan layak jual dengan standar yang terpenuhi. Makanya kami mengundang Badan Standadisasi Nasional (BSN) yang mengeluarkan sertifikan SNI untuk mengedukasi kepala sekolah untuk memperbaiki produknya," kata Saiful di sela kunjungan ke stand pameran.

Mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini memaparkan BSN akan mengajarkan prosedur produk layak edar, seperti untuk makanan harus ada sertifikasi halal. Sementara produk lainnya harus ber-SNI.

"Kalau sumber daya manusianya lewat SMK Mini sudah tersertifikasi karena ada ujian Lembaga Sertifikasi Profesi,"urainya.

Dari kunjungan di tiap stan, Saiful melihat banyak produk SMK Mini layak jual. Hanya saja, membutuhkan polesan yang lebih untuk meningkatkan harga jualnya.

Program SMK Mini ini, lanjutnya, merupakan pemberdayaan SMK di bawah pondok pesantren (ponpes) dari Provinsi Jatim yang berkelanjutan.

Dengan program ini, lanjutnya, SMK di bawah ponpes juga bisa meningkatkan skill dan kemampuan sehingga bisa bersaing dengan UMKM sekitar.

"Program SMK Mini sudah berjalan dari tahun 2014 sampai sekarang secara berkelanjutan. Bahkan diapresiasi Menteri Perekonomian karena menjadi model revitalisasi pendidikan vokasi pertama dan satu-satunya," urainya.

SMK Mini ini melatih siswa, alumni, dan juga masyarakat sekitar, sehingga pengembangan dapat meningkatkan kemampuan mereka.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved