Berita Sidoarjo

Kesehatan Herbal Jeng Ana Hadirkan 50 Anak Yatim Piatu saat Buka Layanan di Sidoarjo

Puluhan pelanggan terpaksa harus mengantre, sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari di tempat praktiknya di Pondok Jati CH/4 Sidoarjo.

Kesehatan Herbal Jeng Ana Hadirkan 50 Anak Yatim Piatu saat Buka Layanan di Sidoarjo
SURYA.co.id/Dodo Hawe
Kesehatan Herbal Jeng Ana Hadirkan 50 Anak Yatim Piatu saat Buka Layanan di Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Hari pertama pembukaan layanan kesehatan herbal Jeng Ana di Sidoarjo, langsung diserbu pelanggan.

Puluhan pelanggan terpaksa harus mengantre, sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari di tempat praktiknya di Pondok Jati CH/4 Sidoarjo.

"Kami akan berusaha memberikan layanan terbaik kepada pasien hingga sembuh secara alamiah. Dan itulah kehebatan herbal warisan leluhur bangsa Indonesia," ujar Jeng Ana kepada SURYA.co.id, Jumat (23/11/2018).

Minat penyembuhan herbal di Jawa Timur khususnya di Surabaya-Sidoarjo dan sekitarnya cukup tinggi. Terbukti juga dari eksistensi praktik Herbal Jeng Ana

Setidaknya sudah lebih 7 tahun masyarakat  Surabaya dan sekitarnya bisa menikmati layanan jasa penyembuhan Herbal Jeng Ana, yang sebelumnya di Kampar Surabaya. 

Mengingat semakin tingginya animo masyarakat terhadap penyembuhan herbal,  pusat layanan kesehatan alternatif yang digawangi oleh Jeng Ana ini pun menggeser lokasi praktiknya ke Sidoarjo

Menurut wanita yang memiliki nama, Ina Soviana ini, selain untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, kepindahan ke Sidoarjo juga karena pertimbangan tempat yang jauh lebih memadai di banding di Kampar, Surabaya. 

“Dengan tempat yang lebih representatif, yang dekat dengan pintu toll Sidoarjo-Surabaya kami berharap bisa memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada para pasien kami,” kata Jeng Ana.

Selama ini Jeng Ana dikenal sebagai icon pengobatan herbal untuk kanker di Indonesia, khususnya kanker payudara dan kanker serviks. 

Karena itu layanan Herbal Jeng Ana banyak dipilih sebagian kaum Hawa. 

Dibandingkan pengobatan medis, biaya pengobatan menggunakan bahan herbal ini memang jauh lebih murah. Di samping itu juga tidak memiliki efek samping yang membahayakan.

Dalam acara pembukaan Herbal Jeng Ana di Sidoarjo, beberapa mantan pasien khususnya kaum ibu yang telah terbebas dari rongrongan penyakitnya, turut menyempatkan diri hadir.  

Acarapun semakin gayeng ketika mereka satu persatu memberikan kesaksian proses penyembuhan penyakitnya. 

Salah satu testimoni yang paling menarik dituturkan Ibu Aida Hubaedah (43). Pengidap kanker payudara stadium 4 ini mengaku sembuh setelah mengkonsumsi 3 paket racikan herbal Jeng Ana

Padahal seperti diketahui, kanker payudara stadium 4 adalah stadium paling serius karena sebagian besar sel kanker sudah bermetastatis alias menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, berkat komitmennya mengkonsumsi herbal akhirnya mukjizat Tuhan datang.

“Jadi menurut saya tidak ada yang mustahil dalam hal penyembuhan penyakit. Yang penting kita punya keinginan untuk sembuh, rajin minum herbal, menjaga pantangan, dan jangan lupa berdoa kepada Allah,” cerita sang mantan pengidap kanker payudara stadium 4 itu.

Santunan 
Di samping diisi dengan paparan testimoni dari para mantan pasien, acara pembukaan praktik di Sidoarjo juga diisi dengan pemberian santunan yatim piatu. 

Tak kurang 50 orang anak dari pantai asuhan yatim Maslahatul Ummah Sidoarjo hadir. Suasana pun terasa khidmat dengan kumandang lantunan doa dan sholawat dari mulut-mulut mungil mereka.

“Saya berharap anak-anak sekalian selalu mendoakan agar kehadiran Herbal Jeng Ana di Sidoarjo ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pada umumnya,” kata Jeng Ana saat menyampaikan santunan kepada anak-anak yatim.

Sebagai seorang muslimah yang taat, Jeng Ana memang selalu mentradisikan santunan anak yatim di setiap tempat prakteknya. Ia percaya sepenuhnya keutamaan yang bisa didapat dengan menyantuni anak yatim. 

Salah satu keutaman tersebut adalah, Allah SWT sudah menjanjikan akan memenuhi kebutuhan hidup bagi seseorang yang menyantuni anak yatim.
 
“Apabila menyantuni anak yatim dilakukan, maka akan seperti berinfak di jalan Allah, dan Allah SWT juga akan melipatgandakan harta bagi hamba yang menyantuni anak yatim tersebut. Termasuk dalam soal penyembuhan penyakit,” katanya.  

“Insha Allah akan lebih mudah sembuh kalau rajin sedekah atau menyantuni yatim. Saya selalu menekankan ini kepada para pasien,” papar Jeng Ana.

Di kesempatan yang sama Jeng Ana menjelaskan tentang minat masyarakat menggunakan sarana penyembuhan herbal saat ini, cukup tinggi.

Apalagi setelah dunia kedokteran mengakui kehebatan herbal yang mempergunakan bahan baku alami. Sehingga wajar bila saat ini, minat masyarakat terhadap penggunaan herbal semakin meningkat. (Dodo Hawe)

Penulis: Dodo Hawe
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved