Berita Kediri

2 Mahasiswi Kota Kediri Ini Kerap Memasukan Teman Laki-Laki ke Kamar Kos Dini Hari, Ini Akibatnya

Petugas satpol membawa dua pasangan yang masih berstatus mahasiswa itu ke Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk dilakukan pembinaan dan pendataan.

2 Mahasiswi Kota Kediri Ini Kerap Memasukan Teman Laki-Laki ke Kamar Kos Dini Hari, Ini Akibatnya
surya/didik mashudi
Dua pasangan mahasiswa yang digrebek warga karena tinggal dalam satu kamar kos dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Kediri, Jumat (23/11/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Warga Kelurahan Banjarmlati, Kota Kediri, menggrebek tempat kos mahasiswi yang dipakai menginap pasangan bukan suami istri. Ditemukan dua pasangan yang belum menikah yang sudah tinggal di dalam kamar kos mahasiswi tersebut, Jumat (23/11/2018).

Penggrebekan dilakukan karena tempat kos oleh pengelolanya diperuntukkan untuk tempat kos campur pria dan wanita.

Warga curiga karena ada penghuni kos mahasiswi yang kerap memasukkan teman prianya ke dalam kamar kos saat dini hari. Aksi itu memicu warga untuk melakukan penggrebekan.

Setelah menemukan bukti ada dua pasangan yang belum menikah tinggal dalam kamar, warga kemudian melapor ke petugas Satpol PP.

Baca: VIDEO Mojang Karawang, Ini Sosok dan Prestasi Siswi SMA yang Aksi Ranjangnya Direkam di Hotel

Baca: Sisca Dewi Bangun Masjid Megah di Madiun sebelum Dipenjarakan Irjen BS karena Ngaku Istri Siri

Baca: VIDEO Mobil Bergoyang Berisi Mahasiswi dan Pria Beristri, Si Cewek Sudah Lepas Pakaian

Petugas satpol membawa dua pasangan yang masih berstatus mahasiswa itu ke Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk dilakukan pembinaan dan pendataan.

Kedua pasangan yang dibawa petugas masing-masing, ES (19) warga Jl Batam, Pare, Kabupaten Kediri bersama IH (23) warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Sedangkan NNI (20) warga Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulunggagung bersama AFZ (23) warga Perum Bagau Putih Permai, Kabupaten Tulunggagung.

Kedua pasangan yang digrebek warga juga diminta untuk mengisi surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatanya.

Tempat kos yang digrebek warga sehari-hari dikelola oleh Kibtiyah selaku penanggung jawab.

Ada 20 kamar kos yang disewakan untuk tempat kos pria dan wanita.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid, saat dikonfirmasi menjelaskan tindaklanjut penanganan penghuni kos yang berstatus belum menikah tinggal dalam satu kamar petugas mendatangkan orangtua atau pihak keluarga.

"Ibunya yang tadi menjemput putrinya," jelasnya.

Sementara kepada pemilik atau penanggungjawab tempat kos, Nur Khamid juga meminta untuk lebih intensif mengawasi tempat kosnya. Sehingga tempat kos tidak disalahgunakan untuk berbuat asusila.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved