Berita Surabaya

IOMA Paris, Kolaborasikan Teknologi untuk Perawatan Wajah yang Sangat 'Personal'

pihaknya menciptakan produk perawatan wajah yang sangat personal, yakni IOMA Paris

IOMA Paris, Kolaborasikan Teknologi untuk Perawatan Wajah yang Sangat 'Personal'
surya/delya octovie
IOMA Paris menggunakan teknik probe-base, yang didasari dari teknologi MEMS (Micro Electro Mechanical System), lalu dikombinasikan dengan perawatan kulit yang dibuat secara personal untuk tiap individu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Produk perawatan wajah pada umumnya dibagi untuk empat jenis wajah, yakkni kering, berminyak, kombinasi dan normal. Namun, saking banyaknya produk perawatan wajah di pasaran, terkadang membuat seseorang bingung memilih.

Founder dan CEO IOMA Paris, Jean Michel Karam, mengatakan kulit wajah setiap orang itu berbeda-beda. Karena hal itu, pihaknya menciptakan produk perawatan wajah yang sangat personal.

"IOMA Paris merupakan brand yang sangat berbeda, karena diformulasikan menggunakan sains dan teknologi. Nama IOMA sendiri, berasal dari kata 'amoi', yang berarti 'saya', karena produk perawatan wajah kami menjunjung keunikan personalisasi tiap orang," kata Karam dalam acara peluncuran produk Youth Booster IOMA Paris di Jayanata, Pakuwon Mall, Surabaya, Kamis (15/11/2018).

IOMA Paris menggunakan teknik probe-base, yang didasari dari teknologi MEMS (Micro Electro Mechanical System), lalu dikombinasikan dengan perawatan kulit yang dibuat secara personal untuk tiap individu.

MEMS adalah teknologi mikroskopik yang digunakan untuk membuat perangkat terintegrasi dalam ukuran kecil, dan menggabungkan komponen mekanik dan listrik.

Perangkat MEMS memiliki kemampuan untuk merasakan, mengontrol, dan bekerja dalam skala mikro, namun menghasilkan efek makro.

Bagi konsumen pertama IOMA Paris, pertama-tama kulit mereka akan dilihat menggunakan perangkat MEMS.

"Dengan perangkat ini, bisa terlihat secara detail tingkat kelembaban wajah, kerutan, flek, komedo, dan lain sebagainya dengan skala 1-6. Skala 1 berarti kondisi terbaik, sedangkan 6 terburuk," sambungnya.

Cara kerjanya, data kulit konsumen akan disimpan, kemudian dibuatkan skincare sesuai kebutuhan orang tersebut.

"Setelah rutin mengenakan skincare khusus itu, datang kembali beberapa bulan kemudian. Kami akan menunjukkan hasil perbedaan sebelum dan sesudah mengenakan skincare, dari data yang kami simpan," terang peraih gelar PhD jurusan Mikroelektronik dari Institut National Polytechnique de Grenoble itu.

Maka dari itu, pria berusia 49 tahun ini menyebut IOMA Paris sebagai "a skincare for life", karena kondisi kulit wajah penggunanya akan terus berkembang, sehingga formula perawatan wajah yang diberikan juga akan berubah.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved