Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II di Gedung Grahadi Jatim di Surabaya Dibuka

Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II dibuka di Grahadi, Rabu (21/11/2018). KKJ II diikuti tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimew

Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II di Gedung Grahadi Jatim di Surabaya Dibuka
SURYA.co.id/Endah Imawati
Suasana Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II dibuka di Grahadi, Rabu (21/11/2018). 

SURYA.co.id, SURABAYA - Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II dibuka di Gedung Grahadi di Surabaya Rabu (21/11/2018). KKJ II diikuti tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setiap provinsi mengirimkan 100 perwakilan. Selama tiga hari (21-23/11/2018) mereka mengadakan kongres.

Setelah pembukaan di Grahadi, kongres berlanjut di Mercure Grand Mirama Hotel di Jalan Darmo, Surabaya.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, mengingatkan budaya Jawa yang ewuh pakewuh ketika akan menemui pejabat tanpa membawa bingkisan.

"Adakah nilai-nilai Jawa yang kompatibel dengan situasi saat ini. Bagaimana membangun karakter yang dapat menjawab kebutuhan akan keteduhan suhu politik," kata Ganjar.

Paparan pembicara utama Kamis (22/11/2018) disampaikan  Hotman M Siahaan, Fachry Ali, Heddy Shri Ahimsa Putra, dan Soetomo.

Pengarusutamaan kebudayaan Jawa untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat menjadi tema pengikat. Hasil kongres akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga ke kota/kabupaten.

Penulis: Endah Imawati
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved