Advertorial

Dongkrak Kapasitas Produksi, Epson Bidik Industri Tekstil dan Digital Printing Jatim

PT Epson Indonesia membidik industri tekstil dan digital printing di Jatim yang secara nasional masih ada di peringkat ketiga.

Dongkrak Kapasitas Produksi, Epson Bidik Industri Tekstil dan Digital Printing Jatim
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Manager Commercional and Industrial Business Department PT Epson Indonesia, Lina Mariani (kiri) menjelaskan printer sublim Epson usai seminar yang digelar di Hotel ShangriLa Surabaya, Rabu (21/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Secara nasional, posisi industri tekstil dan digital printing di Jawa Timur (Jatim) masih berada di peringkat tiga di bawah Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng).

Hal ini mendorong PT Epson Indonesia untuk agresif mengenalkan produk teknologinya, agar industri tekstil di Jatim terdorong meningkatkan produksinya.

"Apalagi pasar tekstil di Jatim, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di Jatim saja. Tapi juga potensial untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia Timur, dimana Jatim merupakan hap untuk daerah Indonesia Timur," kata Lina Mariani, Product Marketing Commercial and Industry Dept Head PT Epson Indonesia, di sela kegiatan Prographic Forum di Surabaya, Rabu (21/11/2018).

Saat ini tren produk tekstil dan cetak digital di Indonesia semakin meningkat. Pasarnya tumbuh dua digit dan menjadi salah satu pendukung kebutuhan pokok masyarakat.

"Inovasi teknologi untuk cetak baik digital maupun tekstil saat ini menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting. Itu pula yang kami sampaikan di kegiatan ini terkait produk kami, yaitu Epson Signage Printers dan Epson Digital Textile Printers," jelas Lina.

Pasar yang dibidik adalah industri grafis foto, Signage, percetakan tekstil, Lancer, penyedia percetakan, toko ritel dan sejenisnya. Tren produk custom, juga bisa memanfaatkan teknologi mesin cetak Epson yang memang dari segi invetasi harga produk lebih tinggi. Namun dari sisi hasil, margin, sudah dipastikan memiliki nilai lebih.

"Apalagi saat ini ada dorongan dari pemerintah untuk mengurangi produk tekstil impor dengan memperbanyak produk dalam negeri. Teknologi kami siap memberi solusi," tambah Lina.

Dalam acara tersebut, selain pamer produk, juga menampilkan seminar tentang tren digital printing dan digital Tekstil printing.

Sebagai pembicara, hadir Imam Syaroni dari Ronita Digital Printing. Dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, Ronita Digital Printing memamerkan beberapa hasil karyanya yang menarik. Berbeda dengan teknik pengecatan dan stiker pada umumnya, Imam Syahroni selaku pemilik usaha mengatakan prosesnya menggunakan air sebagai medianya.

“Water Decal ini menggunakan air sebagai medianya. Jadi bukan memakai teknik semprot seperti airbrush. Gambarnya diprint terlebih dahulu kemudian dimasukan dalam air dalam wadah. Setelah itu baru bagian yang hendak ditempel dicelupkan dalam wadah tersebut,” jelas Ronny.

Print yang dipakai bisa menggunakan produk yang ada di seri Epson Signage Printers.

Sedangkan di digital tekstil printers, sebagai pembicara Nadya Nizar dari Nadjani, Deddy P Efendi dari ArtSquare dan Yuliana Huang dari IFC Fashion Designer.

"Saat ini pasar produk cetak tekstil Epson sudah market leader dengan market share 60-70 persen. Sehingga kolaborasi kami dengan industri tekstil, desianer dan yang terkait cukup besar," tambah Lina jelang akhir acara.

Sementara untuk Signage printer masih sekitar 30 persen - 40 persen. Untuk itu, pihaknya terus melakukan pengembangan pasar.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved