Berita Lumajang

5 Bulan Petani Pesisir Selatan Pandanwangi Lumajang Resah karena Oknum Perangkat Desa Patok Lahan

Petani di pesisir selatan Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh Lumajang akhirnya memilih berunjukrasa setelah lima bulan merasa resah.

5 Bulan Petani Pesisir Selatan Pandanwangi Lumajang Resah karena Oknum Perangkat Desa Patok Lahan
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Bupati Janji Bakal Panggil Kades Usai Dengarkan Keluhan Warga Pesisir Pantai Selatan 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Petani di pesisir selatan Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh Lumajang akhirnya memilih berunjukrasa setelah lima bulan merasa resah.

Keresahan mereka terjadi pascapengukuran dari oknum perangkat Desa Pandanwangi. Tidak hanya pengukuran, namun juga disertai ancaman.

Koordinator Komunikasi Paguyuban Petani Pesisir Selatan ( KOPPAS) Sapari kepada SURYA.co.id menceritakan kronologi peristiwa yang membikin resah petani setempat.

Lahan di Desa Pandanwangi itu sekitar 200 hektare merupakan tanah warisan leluhur mereka. Dulu lahan pertanian itu adalah tanah rawa.

Tahun 1948, warga setempat membuka lahan dan mengolahnya menjadi lahan pertanian. Ada sekitar 200 keluarga yang menggarap lahan itu.

Tahun 1973 atau di era Orde Baru, tanah itu dirampas negara. Warga menggarap kembali setelah pemerintahan Orde Baru lengser. Tahun 1998, warga kembali menggarap lahan itu.

Warga membayar pajak dengan dibuktikan adanya SPPT. Warga juga memiliki petok tanah.

"Tidak ada masalah sejak tahun 1998 itu. Ada sekitar 300 orang penggarap di areal sekitar 200 hektare itu," kata Sapari kepada Surya, Rabu (21/11/2018).

Keresahan bermula lima bulan lalu. Ketika itu, warga diundang ke Balai Desa Pandanwangi.

Perangkat desa menjanjikan penyertifikasian tanah milik warga. Warga pun setuju.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved