Berita Tulungagung

Polisi Menangkap Pasangan Pria dan Perempuan Pengedar Sabu-sabu di Kecamatan Bandung, Tulungagung

Pasangan perempuan dan pria ditangkap polisi di Tulungagung karena diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Ini identitasnya..

Polisi Menangkap Pasangan Pria dan Perempuan Pengedar Sabu-sabu di Kecamatan Bandung, Tulungagung
ist
Choirul Muanam dan Yulianingsih yang ditangkap polisi karena diduga mengedarkan sabu-sabu. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Unit Reskrim Polsek Tanggunggunung dan Satreskoba Polres Tulungagung menangkap Yulianingsih (41), seorang perempuan, dan Choirul Muanam (34), asal Kecamatan Bandung.

Kedua diduga menjadi bagian dari jaringan pengedar sabu-sabu.

Penangkapan ini bermula dari penyelidikan peredaran sabu-sabu yang dilaporkan warga. Hasil penyelidikan mengarah ke Desa Kesambi, Kecamatan Bandung.

Lewat pengintaian panjang, polisi menangkap Yulianingsih pada Senin (19/11/2018) pukul 22.00 WIB.

“Pelaku ini ditangkap saat hendak melakukan transaksi. Kami menyita sabu-sabu seberat 0,3 gram,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, Selasa (20/11/2018).

Polisi segera melakukan pengembangan berdasar pengakuan Yulianingsih. Dia mengaku, narkotika berbentuk kristal ini didapat dari Choirul, warga Desa Gandong, Kecamatan Bandung.

Masih di hari yang sama, polisi menangkap Choril pukul 23.30 WIB, saat yang bersangkutan hendak keluar rumah. Saat digeledah, polisi tidak menemukan barang bukti sabupsabu di tubuh Choirul.

Petugas segera menggeledah rumah Choiril. Hasilnya, polisi menemukan dua poket sabu-sabu seberat 1,5 gram dan 3,4 gram.

“Dua orang ini segera dibawa ke Mapolres Tulungagung, untuk menjalani pemeriksaan. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tambah Sumaji.

Baik Yulianingsih dan Choirul mengaku mengenal sabu-sabu sejak bulan Ramadhan lalu. Yulianingsih biasa membeli sabu-sabu dari Choirul mulai dari harga Rp 200.000 hingga Rp 600.000.

Sedangkan Choirul membeli sabu-sabu dari A, B dan R. Choirul sebelumnya adalah pengguna sabu-sabu. Ia juga mantan pekerja migran.

Setelah pulang dari Malaysia, Choirul berjualan sabu-sabu karena tidak punya pekerjaan tetap.

“Dia ngakunya pernah memakai, kemudian berhenti, saat ini dia kecanduan lagi. Dia jualan tapi juga dikonsumsi sendiri,” ungkap Sumaji.

Keduanya merupakan pelaku baru dan belum pernah berurusan dengan hukum dalam perkara narkotika. Polisi juga masih mengembangkan kasus ini, untuk mengungkap jaringan di atas Choirul.

Kedua tersangka ini akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved