Berita Surabaya

Hadiri Grebek Maulid Rangkah, DPRD Surabaya Siapkan Anggaran Pengembangan Tradisi Masyarakat

Armuji atau Cak Ji mendukung keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal yang mentradisi di Kampung Rangkah ini

Hadiri Grebek Maulid Rangkah, DPRD Surabaya Siapkan Anggaran Pengembangan Tradisi Masyarakat
surya/nuraini faiq
Kesenian Barongsai dan warga Tionghoa juga ikut memeriahkan acara Grebek Maulid Nabi, di Kampung Rangkah Buntu, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Selasa (20/11). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Grebek Maulid tidak saja langka di kehidupan metropolis Surabaya. Namun inisiasi warga itu mengandung nilai mulia, selain ada unsur wisata dan menghibur.

Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji dan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana memimpikan Grebek Maulid ini bisa berlangsung dalam skala lebih besar.

"Luar biasa dan saya bangga. Kalau pelaksanaannya diperluas menjadi tingkat kecamatan bahkan level kota, mestinya bisa. Apalagi DPRD mendukung penuh," kata Whisnu, Selasa (20/11/2018).

Armuji atau Cak Ji mendukung keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal yang mentradisi di Kampung Rangkah ini.

Seharusnya kegiatan ini tidak hanya digelar tingkat kampung, tapi sudah level kota.

"Kalau di daerah lain ada Grebek Suro, saatnya diciptakan Grebek Maulid di Surabaya. DPRD siap mensupport dan menganggarkan dana untuk pengembangan destinasi wisata tradisi. Kami mencatat ada anggaran untuk pengembangan wisata Rp 2 miliar yang tak terserap. Ini patut disayangkan," ungkap Cak Ji.

Menurut politisi PDIP ini, anggaran itu seharusnya untuk mengangkat destinasi baru seperti wisata tradisi dan budaya seperti Grebek Maulid di Kampung Rangkah ini.

Cak Ji membandingkan dengan upaya mendatangkan tarian Jepang dengan anggaran sangat besar.

"Kenapa tidak disentuh partisipatoris warga Surabaya yang menggelar Sedekah Bumi. Mereka berhak dikembangkan. Warga Rangkah sudah membuktikan,” kata Cak Ji.

Anggota DPRD yang juga politisi PDIP, Baktiono, menambahkan ada nilai tradisi yang konsisten dijaga di Kampung Rangkah, yakni selalu menggelar Grebek Maulid setiap tahun.

"Warga berinisiasi sendiri menggelar Grebek Maulid. Peran masyarakat seperti ini yang mestinya didukung anggaran Pemkot. Jangan anggaran Rp 2 M untuk pariwisata di Surabaya tidak dimanfaatkan," tukas Baktiono.

Belum lagi dengan tradisi tahunan tersebut mampu memupuk nilai keberagaman dan kesatuan warga.

Menurut Baktiono, Grebek Maulid adalah kegiatan warga yang patut mendapat apresiasi.

Budaya religius yang dikemas sesuai kultur masyarakat.

Semua warga berperan aktif dalam Grebek Maulid, hingga warga pun dengan guyub berebut tumpeng di akhir acara.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved