Berita Surabaya

Ancam Sebar Video Percintaan yang Direkam Diam-diam, Gay di Surabaya Peras Korban Jutaan Rupiah

Polisi menangkap seorang pria gay yang memeras korbannya dengan cara mengancam menyebarkan video percintaannya yang direkam diam-diam.

Ancam Sebar Video Percintaan yang Direkam Diam-diam, Gay di Surabaya Peras Korban Jutaan Rupiah
tribun jatim/Pradhitya Fauzi
Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka tindak pidana bermodus prostitusi gay di Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

SURYA.co.id | SURABAYA - Personel Unit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap Supriyadi alias Andre (29), pria gay yang melakukan praktik prostitusi dan melakukan pemerasan kepada para pelanggannya. 

Penangkapan itu dilakukan usai polisi melakukan pendalaman terkait laporan korban dengan nomor LPB/51/XI/2018/SUS/SPKT, tanggal 8 November 2018.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, modus yang dijalankan oleh Supriyadi adalah dengan merekam diam-diam aktivitas seksualnya bersama pria yang jadi pengguna jasanya. 

Baca: Berikut Identitas 2 Pelaku Penyerangan Polisi di Lamongan, 1 Pelaku Pecatan Polisi

Baca: Reaksi Mahfud MD Ditanya Soal Penggerebekan Angel Lelga oleh Vicky Prasetyo, Ini Nasihatnya!

Baca: Quraish Shihab Kritik Keras Perayaan Maulid Nabi yang Berlebihan, Begini Reaksi Najwa Shihab 

Dengan rekaman video itulah, dia memeras korban dan mengancam bakal menyebarkannya apabila uang yang diminta tidak diberikan. 

"Tersangka membuat video tanpa sepengetahuan korban, dengan ancaman akan menyebarkan video ke rekan kerja dan keluarga korban apabila tak segera mengirim sejumlah uang kepada tersangka," kata Kapolda Jatim. 

Selain itu, korban juga diperas dengan cara dimintai uang hingga ratusan juta rupiah.

"Tersangka minta korbannya transfer uang yang awalnya Ro 700 juta, lalu ditawar korban menjadi Rp 500 juta, namun baru ditransfer sebesar Rp 5 juta, karena ketakutan, akhirnya korban melapor ke kami," tuturnya.

Usai menerima laporan itu, Unit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim langsung menangkap Supriyadi di kamar apartemennya. 

Di hadapan Kapolda, Supriyadi mengatakan bahwa untuk menjaring pelanggan, dia memanfaatkan aplikasi media sosial.  Kepada korban, dia mematok tarif kencan Rp 2,5 juta bahkan hingga Rp 20 juta sekali kencan. 

Halaman
1234
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved