Berita Surabaya

Ribuan Peserta Ikuti Paskibra Extreme Style Competition 2018 di SMKN 5 Surabaya

SMKN 5 Surabaya kembali menggelar ajang kompetisi Pasukan Pengibar Bendera bertajuk Paskibra Extreme Style Competition 2018.

Ribuan Peserta Ikuti Paskibra Extreme Style Competition 2018 di SMKN 5 Surabaya
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Penampilan tim Paskibra SMKN 3 Malang dalam ajang Paskibra Extreme Style Competition 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Surabaya kembali menggelar ajang kompetisi Pasukan Pengibar Bendera bertajuk Paskibra Extreme Style Competition 2018.

Kompetisi Paskibra ke-10 ini diikuti ribuan peserta dari sekolah SMP hingga SMK sederajat di seluruh Jawa Timur.

Joko Sanjoyo, Pembina Eskul Paskibraka SMKN 5 Surabaya menjelaskan, event tahunan Paskibra Extreme Style Competition (Peleton) ini dimulai sejak tahun 2009. Pelaksanaannya konsisten dilakukan pada hari kesepuluh setiap 10 November hari Pahlawan, Minggu (18/11/2018).

“Kami mewadahi 22 Eskul di SMKN 5 Surabaya sementara event yang paling menonjol diantaranya adalah Peleton (Paskibra Extreme Style Competition),” ungkapnya.

Menurut dia, tujuan event besar ini menjadi pengalaman untuk siswa mengenai proses membuat kegiatan, menghadapi orang narasumber atau menggurus perizinan hingga penyelenggaraan acara ini. Untuk peserta SMP pihaknya ingin menunjukkan seperti inilah SMKN 5 Surabaya.

“Mereka bisa tahu laboratorium sekolah kami, jadi peserta SMP bisa merasa nyaman sehingga otomotis siswa yang ikut Paskib mempunyai rasa disiplin, karakter positif menjadi nilai tambah buat sekolahan kami,” ucapnya.

Dia mengatakan, manfaat event ini juga menjadi tolok ukur perkembangan Paskibraka di tingkat sekolah Jawa Timur. Paling tidak, penampilan peserta SMK lainnya yang tampil memukau melebihi tim dari SMKN 5 Surabaya, maka bisa dijadikan bahan adopsi untuk meningkatkan kemampuan Eskul Paskibra.

“Sebaliknya, SMK sederajat bisa memperoleh pengalaman dan pengetahuan terkait perkembangan Paskib. Pasalnya, SMKN 5 Surabaya ditunjuk sebagai memberikan bimbingan (Percontohan) Paskibraka ke sekolah SMKN lainnya di sekitar Jawa Timur,” jelasnya.

Joko menuturkan pihak sekolah mendukung penuh materi maupun lainnya pada setiap penyelenggaraan event tahunan dari seluruh Eskul yang ada di SMKN 5 Surabaya. Melalui event ini pihaknya ingin memberikan edukasi kepada seluruh siswa untuk pengalaman nyata di lapangan supaya siap menghadapi tantangan dan persaingan di dunia kerja diera ini.

“Kegiatan sangat positif untuk sekolah SMKN 5 Surabaya, kuota 50 tim peserta Paskibra terpenuhi,” ujarnya.

Joko memaparkan, pihak panitia melibatkan dewan juri penilaian tingkat nasional yang berkompeten di bidang berbaris, Paskibraka dari Bandung. Penilaian juga memakai aturan terbaru Paskibra 2018. Pihaknya, berharap peserta dari sekolah di Jawa timur itu bisa membawa pengalaman itu ke adik-adik kelasnya untuk perkembangan Paskibraka menuju kearah lebih baik.

“Harapannya, event ini menjadi pioneer dari penyebarluasan sistem perubahan Paskibraka di sekolah. SMKN 5 Surabaya menjadi Barometer Paskibra sekolah di Jawa Timur,” pungkasnya.

M. Safi (17) siswa kelas 12 Teknik Pemesinan SMKN 5 Surabaya menambahkan penilaan menitikberatkan pada kokompakan tim Paskibra, keselarasan kostum dengan tema, keselarasan gerakan dan variasi. Durasi penampilan peserta SMK 9 menit SMP 10 menit tambahan PSSI tampil satu menit. Satu reghi beranggotakan 16 orang, yaitu 15 pasukan dan satu Danton.

“Kegiatan ini ingin menambah ilmu kareka ada pembelajaran terjadinya PBB terbaru jadi kita sama-sama belajar,” imbuhnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved