Konsumsi Baja Proyek Pemerintah Dorong Peningkatan Penjualan Pabrik Kalsium Karbida di Gresik

Ditopang proyek-proyek pemerintah, Perusahaan penyedia kalsium karbida, PT Emdeko Utama Tbk, di tahun 2018 ini mencatatkan kenaikan penjualan.

Konsumsi Baja Proyek Pemerintah Dorong Peningkatan Penjualan Pabrik Kalsium Karbida di Gresik
ist
(Dari kiri ke kanan), Hiskak Secakusuma, Direktur Utama PT Emdeki Utama Tbk, bersama Chakravarthi Kilambi, Direktur Independen dan Vincent Secapramana, Direktur, saat public expose. 

SURYA.co.id | GRESIK - Perusahaan penyedia kalsium karbida, PT Emdeko Utama Tbk, di tahun 2018 ini mencatatkan kenaikan penjualan.

Bahkan hingga akhir tahun, perusahaan yang melantai di bursa dengan kode MDKI itu, menargetkan kenaikan penjualan hingga akhir 2018 sebesar 26.578 ton.

Saat public expose akhir pekan lalu, MDKI sebagai satu-satunya perusahaan penyedia kalsium karbida di Indonesia, hingga kuartal III 2018, Perseroan sudah bisa mengantongi penjualan sebesar 20.896 ton.

"Kenaikan penjualan ini disebabkan karena adanya peningkatan permintaan dari konsumen tetap perseroan. Seperti yang sudah diketahui, kalsium karbida digunakan sebagai bahan baku dari gas asetilena yang berfungsi untuk kegiatan pengelasan terutama pada perusahaan baja," kata Hiskak Secakusuma, Direktur Utama PT Emdeki Utama Tbk.

Bahkan, produk baru yang akan dihasilkan oleh perusahaan berupa carbide desulphuriser diproyeksikan dapat mendongkrak penjualan perusahaan di masa mendatang. Menurut estimasi internal perusahaan, industri baja membutuhkan 2 hingga 3 kilogram per satu ton baja.

Saat ini Emdeki menjadi satu-satunya produsen penyedia kalsium karbida hingga lebih dari 80 persen di Indonesia, sedangkan sekitar 20 persen sisanya adalah impor.

Produk yang dihasilkan oleh perseroan untuk pasar domestik adalah karbit bungkus (karbit box) dan karbit drum. Sedangkan produk khusus pasar ekspor adalah karbit drum khusus ekspor.

Namun perusahaan harus waspada terhadap bahan baku impor yang bisa menggerus pendapatan perusahaan. "Bahan baku impor lebih mahal akibat beban nilai tukar rupiah terhadap US Dollar," lanjut Hiskak.

Hingga akhir tahun 2018, perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 391,623 miliar. Dengan perolehan laba bersih yang diproyeksikan akan dicapai sebesar Rp 42,083 miliar.

PT Emdeki Utama Tbk (Perseroan) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1981 oleh para pendiri group PT Metropolitan Development untuk memproduksi Kalsium Karbit (Calcium Carbide - CaC2) dengan tujuan substitusi impor yang pada waktu itu berasal dari negara-negara Afrika Selatan, Cina, Polandia dan Taiwan dengan rata-rata sejumlah 25.000 ton dengan nilai 8,75 juta dollar AS per tahun dari tahun 1984 sampai dengan 1986.

Dengan pabrik yang terletak diatas lahan 14 hektar di Driyorejo Gresik, PT Emdeki Utama Tbk memulai produksi percobaannya pada tanggal 10 Nopember 1987, disusul dengan produksi komersialnya dimulai pada tanggal 1 Februari 1988.

Dalam kurun waktu dua tahun berikutnya telah memperoleh kepercayaan masyarakat secara penuh, sehingga sebagian besar kebutuhan karbit di Indonesia telah dipenuhi oleh produksi dari PT Emdeki Utama Tbk. Bahkan sebagian dari hasil produksinya sudah diekspor ke Jepang, India, Amerika Serikat dan lainnya.

foto : istimewa

(Dari kiri ke kanan), Hiskak Secakusuma, Direktur Utama PT Emdeki Utama Tbk, bersama Chakravarthi Kilambi, Direktur Independen dan Vincent Secapramana, Direktur, saat public expose.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved