UMK 2019

UMK 2019 Jawa Timur Telah Ditetapkan, Begini Respon Asosiasi Pengusaha Indonesia

Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur mengaku keberatan atas penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2019 di Jatim

UMK 2019 Jawa Timur Telah Ditetapkan, Begini Respon Asosiasi Pengusaha Indonesia
foto: grafis/surya.co.id/didit bw
Besaran UMK Jatim 2019 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur mengaku keberatan atas penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2019 di Jatim yang di atas 8 persen.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur Arief Harsono, tidak semua kondisi pengusaha sama, tentu berbeda-beda.

Misalnya, industri teknologi dengan industri padat karya.

"Terus terang saja, di anggota kami kan ada pengusaha dan investor. Kalau ditekan terus dengan upah minimum yang seperti ini, bagaimana cara kami menghitungnya," ujarnya, Sabtu (17/11/2018).

Kata dia, sebagai pengusaha tentu tidak hanya memikirkan cara membangun usahanya agar konsisten.

Namun juga cara menarik investor agar berinvestasi sehingga kesempatan lapangan kerja bisa terus terbuka.

Apabila ditekan terus dengan kenaikan UMK, dampaknya bisa mempengaruhi konsistensi lapangan usaha tersebut.

"Belum lagi, penduduk di Jatim sangat padat sekali. Tentunya, dari pengusaha berharap pemerintah bisa bekerja sama agar tenaga kerja dan lapangan kerja bisa terus konsisten. Jangan terus ditekan, karena tentunya kami keberatan," ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga ingin melihat kepentingan usaha dengan para pekerja harus seimbang.

Sebab, jika tidak ada pekerja, tentu usaha itu tidak bisa berjalan dengan baik.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved