Berita Pasuruan

AKP Dewa Putu Prima YP Kasatreskrim Baru Polres Pasuruan, Bertekad Pangkas 1 dari 3 Unsur Kejahatan

Gerbong mutasi terjadi di posisi Kasatreskrim Polres Pasuruan. AKP Budi Santoso dimutasikan sebagai Kapolsek di salah satu kecamatan di Tuban.

AKP Dewa Putu Prima YP Kasatreskrim Baru Polres Pasuruan, Bertekad Pangkas 1 dari 3 Unsur Kejahatan
surya.co.id/galih litartika
AKP Budi Santoso salam komando dengan AKP Dewa Putu Prima YP dalam sertijab Kasatreskrim Polres Pasuruan, Jumat sore (16/11/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN  - Gerbong mutasi terjadi di posisi Kasatreskrim Polres Pasuruan. AKP Budi Santoso dimutasikan sebagai Kapolsek di salah satu kecamatan di Tuban. Sedangkan posisinya digantikan AKP Dewa Putu Prima YP.

Acara sertijab dan kenal pamit dilaksanakan di Polres Pasuruan, Jumat (16/11/2018) sore.

Kepada Surya.co.id, AKP Dewa, sapaan akrabnya mengatakan, sedikit banyak dirinya sudah belajar tentang wilayah Pasuruan.

"Ya saya harus berusaha secepatnya untuk menyesuaikan diri. Minimal saya yang harus cepat beradaptasi dengan potensi dan kerawanan di sini," katanya usai acara kenal pamit.

Ia menjelaskan, target awal, dirinya akan mapping. Ia akan mencari tahu peta kerawanan kejahatan di Pasuruan, khususnya kejahatan jalanan. Ia juga mengakui jika Pasuruan tidak jauh - jauh dari kejadian begal.

"Sebenarnya setelah saya mapping, saya akan melanjutkan program kasat sebelumnya. Tak jauh beda. Cuma mungkin nanti akan kami siapkan formula khusus agar kejahatan tidak banyak terjadi di Pasuruan. Tetap aman, kondusif dan damai," papar dia.

Ia juga berjanji akan menyelesaikan tunggakan perkara yang belum terungkap di zaman kasat terdahulu.

Ia menyebut, sebenarnya kejahatan bisa terjadi niat, kesempatan, dan situasi yang mendukung.

"Minimal dari tiga unsur yang membuat tindakan kejahatan terjadi itu diantisipasi. Jadi, dari tiga, ada satu unsur yang kami antisipasi maksimal. Kami pangkas. Tapi kalau bisa, kami pangkas tiga - tiganya agar tidak terjadi tindak kejahatan," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved