Berita Surabaya

Diskusi bersama Dinkes Jatim dan Philips Indonesia: 4 Inovasi ini Disebut Solusi tentang Kesehatan

Philips Indonesia kembali menggelar diskusi, kali ini menyambut Hari Kesehatan Nasional pada 12 November.

Diskusi bersama Dinkes Jatim dan Philips Indonesia: 4 Inovasi ini Disebut Solusi tentang Kesehatan
surya.co.id/pipit maulidiya
DISKUSI KESEHATAN: Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi tentang kesehatan di antaranya Dr. Maria Magdalena Padmidewi Widjanarko, SpPK, Dewan Akreditasi PERSI Jawa Timur dan Diederik Zeven, Senior VP & General Manager Philips Health System ASEAN & Pacific. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Philips Indonesia kembali menggelar diskusi, kali ini menyambut Hari Kesehatan Nasional pada 12 November. Diskusi bertema 'Peran Teknologi dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan' ini berlangsung di Fairfield by Marriot, Surabaya, Jumat (16/11/2018).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Seksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Drs Muhammad Arif Zaidi, Apt dan Dewan Akreditasi PERSI Jawa Timur & Direktur Siloam Hospitals Surabaya Dr Maria Magdalena Padmidewi Widjanarko, SpPK.

Sementara dari Philips diwakili Senior VP & General Manager Philips Health System ASEAN & Pacific Diederik Zeven.

Menurut Muhammad Arif Zaidi secara umum layanan kesehatan di provinsi Jawa Timur cukup baik, dengan akses merata terutama pada tingkat fasilitas kesehatan primer.

Di samping itu, dia berharap pihak swasta turut mendukung program Kesehatan yang menjadi program nasional.

Sedang  Dr Maria Magdalena Padmidewi Widjanarko, SpPK mengaku akan terus berkejasama dengan pemerintahan. Dalam hal ini penggunaan obat-obatan.

Sementara dari sisi penggunaan teknologi untuk menunjang kesehatan, Siloam Hospitals Surabaya, diakuinya telah menerapkannya, terutama dalam hal diagnosa.

"Untuk menjadi sehat, butuh alat-alat diagnosa yang tepat, selain obat-obatan dari pemerintah. Alat-alat diagnosa itu penting sekali guna mendapatkan hasil akurat. Meski tidak bisa dipungkiri investasi alat-alat kesehatan ini cukup mahal," ungkapnya.

Teknologi ini juga memudahakan dokter dan perawat, misalnya pada satu kasus alat Radiologi di Rumahsakit Siloam di Labuan Bajo, karena keterbatasan dokter radiologi di sana, hasilnya tetap bisa dibaca setelah dikirimkan kepada dokter radiologi Rumah Sakit Siloam di Jakarta.

"Jadi pasien tetap bisa ditangani dengan cepat. Itu salah satu tala medis yang kami terapkan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved