CPNS 2018

BKN Pertimbangkan Sistem Ranking untuk Penuhi Kuota ASN

Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana mengatakan akan mempertimbangkan sistem perangkingan agar kebutuhan ASN terpenuhi.

BKN Pertimbangkan Sistem Ranking untuk Penuhi Kuota ASN
surya/benni indo
Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana (kiri berkacamata) 

SURYA.co.id | MALANG - Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah menyusun skema baru mengantisipasi tidak terpenuhinya kuota kebutuhan ASN.

Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana mengatakan akan mempertimbangkan sistem perangkingan agar kebutuhan ASN terpenuhi.

Bima lebih memilih sistem ranking daripada harus menurunkan standar passing grade.

Menurutnya, passing grade yang sudah ditetapkan saat ini sudah disesuaikan dengan mekanisme kebutuhan pegawai di masa mendatang.

"Saya belum ke Jakarta. Mudah-mudahan nanti malam ditandatangani. Kalau sudah ditandatangai akan menjadi lembaran negara. Senin efektif," ujar Bima saat ditanya terkait legalitas mekanisme itu, Jumat (16/11/2018).

Dipaparkan Bima, passing grade di setiap wilayah berbeda.

Seperti yang ia jelaskan, di Kementrian Lembaga (KL) presentase passing grade-nya sebesar 20 persen lebih.

Sementara di daerah barat berkisar 3 persen, wilayah tengah 2.75 persen sedangkan timur 1.75 persen.

"Di kementrian lembaga itu tinggi, 20 sekian persen. Artinya soal tidak ada masalah. Ketika diterapkan di daerah, yang lulus jeblok. Ada perbedaan signifikan. Ini PR ke depan bagi kami untuk buat standar agar bisa bersaing baik antar daerah," imbuh Bima saat berkunjung ke Kota Malang.

Saat meninjau Kota Malang yang menyelenggarakan tes CPNS, Bima berharap banyak peserta ysng memenuhi passing grade.

Penyelenggaraan kali ini dinilai cukup baik. Diakui Bima, hari pertama penyelenggaraan memang terdapat sejumlah kendala teknis.

"Saya mengurus 320-an seluruh Indonesia dan komputer yang dikelola 50 ribu lebih. Tapi alhamdulillah bisa. Mudah-mudahan bisa menyelenggarakan kompetensi," imbuhnya.

Menurut Bima, ASN haru memiliki kompetensi tinggi karena Indonesia dalam 10 hingga 20 tahun lagi akan berbeda tantangannya.

Kemajuan teknologi dan pola berpikir manusia menuntut ASN agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

"Jadi ASN harus bisa melaksanakan beban tanggungjawab. Soal-soal itulah mencerminkan sikap dan tanggungjawab ASN ke depan," tegasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved