Pilpres 2019

Wasekjen Demokrat : Prabowo dan Sandi Abaikan Potensi SBY dan AHY

Wasekjen Demokrat Putu Supadma Rudana mengatakan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengabaikan atau kurang manfaatkan potensi di koalisi.

Wasekjen Demokrat  : Prabowo dan Sandi Abaikan Potensi SBY dan AHY
surya/mohammad romadoni
SBY saat napak tilas mengunjungi Trowulan Mojokerto. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Wasekjen Demokrat Putu Supadma Rudana mengatakan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengabaikan keberadaan SBY dan AHY.

Ia pun mengucapkan, Prabowo-Sandi kurang manfaatkan potensi di koalisi. Potensi yang dimaksud adalah sosok Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama ( Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Seperti diketahui, Partai Demokrat merupakan partai yang juga turut mengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Saya sebagai jubir justru melihat ini kok potensi Pak SBY, potensi Mas AHY, tidak digunakan oleh Pak Prabowo dan Sandi. Padahal, kalau digunakan bisa memenangkan kontestasi ini," ujar Putu di Kompleks Parlemen, Kamis (15/11/2018).

Baca: Khofifah Ajak Ribuan Kiai, Santri Kultural dan Ustadzah Jabar Deklarasi Dukung Jokowi-KH Maruf Amin

Putu mengingatkan, SBY merupakan presiden keenam RI yang menjabat selama dua periode.

Sementara AHY merupakan sosok muda yang namanya melejit dalam survei sebagai cawapres terkuat sebelum Prabowo memilih Sandiaga Uno.

Selain itu, kata Putu, Partai Demokrat juga merupakan aset yang besar. Putu mengingatkan, Partai Demokrat belum pernah kalah dalam pemilihan presiden.

"Pertama 2004 kami memenangkan Pak SBY, 2009 memenangkan Pak SBY, 2014 kita tidak mengusung mana pun. Tetapi, artinya jika kami ingin mengusung, kami ingin menang," ujar Putu.

Kini, Putu melihat peluang menang Prabowo-Sandiaga masih jauh. Partai Demokrat harus mengingatkan Prabowo-Sandiaga untuk memanfaatkan potensi yang ada di koalisi.

Putu pun meminta Prabowo dan Sandiaga segera mengajak partai pengusung untuk duduk bersama. Mereka harus mendiskusikan strategi besar untuk memenangi pilpres. Harus ada komitmen dan strategi tertulis untuk ke depan.

Putu mengatakan, diskusi ini harus serius karena untuk memenangi kontestasi tingkat nasional.

"Ini waktu sudah bergulir terus, berjalan terus, kira-kira sisa berapa 4 atau 5 bulan lagi, jadi coba dipikirkan," ujar Putu.

"Dan, kita lihat surveinya masih jauh, tentu harus ada efek kontribusi dari SBY, AHY, dan Demokrat tadi.

Kalau ini, saya yakin paling tidak bisa memberikan suara yang signifikan pada pasangan calon nomor 02," tambah dia.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved