Berita Surabaya

Jasa Konstruksi Jatim Dibekali ini Guna Hadapi Serbuan Konsultan Asing

Ratusan anggota Asdamkindo mengikuti bimbingan dan pelatihan PPKB dan masyarakat jasa konstruksi menju ahli konstruksi profesional.

Jasa Konstruksi Jatim Dibekali ini Guna Hadapi Serbuan Konsultan Asing
surya.co.id/nuraini faiq
PELATIHAN PROFESI - Anggota Asosiasi Sumber Daya Manusia Konstruksi Indonesia (Asdamkindo) Jatim mengikuti pelatihan profesi berkelanjutan di Hotel Oval Surabaya, Rabu (14/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Sumber Daya Manusia Konstruksi Indonesia (Asdamkindo) Jatim di bawah DPD Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jatim menyelenggarakan Workshop Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) di Hotel Oval Surabaya, Rabu (14/11/2018).

Ratusan anggota Asdamkindo mengikuti bimbingan dan pelatihan PPKB dan masyarakat jasa konstruksi menju ahli konstruksi profesional.

Seharian mereka mendapat materi kekinian menyangkut tugas dan tanggung jawab mereka dalam proyek.

"Para jasa konstrukrsi perlu peningkatan standardisasi mereka. Tidak boleh mereka hanya diam, tapi harus update diri," tandas Anang Prakoso Ketua Asdamkindo Jatim.

Peningkatan standar itu sesuai amanah UU jasa konstruksi No 2/2017. Saat ini telah berlaku Peraturan Lembaga yang mengharuskan para pelaku jasa konstruksi mengikuti workshop, seminar, dan menunjukkan kinerja mereka menciptakan karya konstruksi.

Dalam perjalanannya, mereka pelaku jasa konstruksi akan dilakukan penilaian. Sebagai pemegang sertifikasi keahlian (SKA) harus mengaktualisasikan diri mereka dan memastikan eksistensinya.

Sebab perpanjangan SKA saat tidak bisa bisa hanya diam diri dan tidur. Setiap tiga tahun diperpanjang. Tidak bisa demikian harus meng-upgrade diri mereka.

Bimbingan dan pelatihan berkelanjutan bagian dari upaya Asdamkindo Jatim mempersenjatai diri anggotanya menghaapi perdagangan bebas Asia Tenggara (MEA). Para pelaku jasa konstruksi asing dipastikan akan berdatangan ke Indonesia.

"Akankah kita tersingkir dan sebagai penonton. Saatnya para anggota Asdamkindo menyadari eksistensi dirinya. Bekali diri dengan sistem atau tersingkir," kata Anang.

Pria asal Malang ini menyampaikan bahwa saat ini anggota Asdamkindo Jatim sekitar 3.000 orang. Mereka harus meningkatkan kompetensi jika tak ingin kalah dalam persaingan bersama jasa konstruksi asing. Saat ini sudah banyak jasa konstruksi asing masuk di Jatim.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved