Berita Kediri

Bocah Penderita Gizi Buruk Berusia 10 Tahun di Kediri Punggungnya Alami Decubitus

Penderita gizi buruk Endang Ernawati (10) warga Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mulai mengalami komplikasi.

Bocah Penderita Gizi Buruk Berusia 10 Tahun di Kediri Punggungnya Alami Decubitus
Surabaya.Tribunnews.com/Didik Mashudi
Ny Nur Kasanah memangku putrinya Endang Ernawati yang menderita gizi buruk di rumahnya Kelurahan Banjarmlati, Kota Kediri, Kamis (15/11/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Penderita gizi buruk Endang Ernawati (10) warga Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mulai mengalami komplikasi. Karena setiap hari hanya berbaring, Endang punggungnya mulai mengalami decubitus, Kamis (15/11/2018).

Endang merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sujoko dengan Nur Kasanah. Sejak kecil, Endang mengalami gangguan pertumbuhan akibat menderita gizi buruk.

Di usianya yang telah 10 tahun, hanya bisa berbaring lemas di kasur rumahnya. Kondisinya semakin memprihatinkan karena juga kekurangan asupan gizi yang mengakibatkan tumbuh kembangnya terganggu.

Sebenarnya kelainan yang dialami Endang sudah beberapa kali diperiksakan ke puskesmas dan rumah sakit. Hanya saja sejauh ini tidak ada perubahan yang berarti sehingga orangtuanya memilih merawat di rumah.

"Anak saya saat masih bayi pernah demam dan mengalami step. Akibatnya pertumbuhannya sampai sekarang terganggu," ungkap Sujoko.

Karena keterbatasan ekonomi keluarga, Sujoko yang hanya bekerja seerabutan dengan penghasilan tak menentu merawat anaknya di rumah.

"Sebenarnya kami berharap anak kami dapat tumbuh secara normal," ujarnya.

Karena sampai saat ini anaknya belum bisa berbicara dan lambat dalam merespons. Belakangan punggung anaknya juga mengalami decubitus yang membutuhkan tindakan medis.

Penderitaan Endang yang menderita gizi buruk juga mendapatkan perhatian dari Ormas MKLB Kediri yang menghimpun donasi dari anggotanya. Selama penggalangan dana terkumpul dana Rp 2 juta sumbangan para dermawan.

Saat penghimpunan bantuan ditutup donasinya Rp 1.800.000. Kemudian ada tambahan Rp 200.000 sehingga jumlahnya Rp 2 juta.

Bantuan donasi pegiat MKLB diserahkan koordinatornya Rahmad Mahmudi kepada Ny Mur Kasanah.

"Donasi ini bantuan spontanitas dari sekitar 15 orang donatur," jelasnya.

Diungkapkan Rahmad Mahmudi, selain memberikan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, pihaknya juga menghimpun donasi untuk korban bencana alam seperti di Lombok dan Palu.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved