Berita Tuban

Tiga Tahun, Kilang Pertamina Rosneft di Tuban Masih Terkendala Masalah Lahan

Proyek yang digadang-gadang akan membangkitkan geliat ekonomi di wilayah Tuban itu sampai sekarang masih terkendala pembebasan lahan.

Tiga Tahun, Kilang Pertamina Rosneft di Tuban Masih Terkendala Masalah Lahan
surya/m sudarsono
Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Bupati dan Wakil Bupati Tuban saat membagikan konverter kit kepada nelayan, Selasa (13/11/2018). 

SURYA.co.id | TUBAN - Proyek kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR), patungan Pertamina dengan perusahaan asal Rusia Rosneft yang diproyeksi di tempatkan di Desa Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu, belum bisa dipastikan pembangunannya.

Proyek yang digadang-gadang akan membangkitkan geliat ekonomi di wilayah Tuban itu sampai sekarang masih terkendala pembebasan lahan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, proyek kerja sama dua negara itu sampai saat ini masih mengalami kendala lahan.

Jadi, masalah ini yang harus segera diselesaikan sebelum pembangunan kilang dimulai.

"Masih ada kendala lahan," ujar Jonan saat berkunjung di Tuban, Selasa (13/11/2018).

Jonan mengungkapkan, proyek kerja sama ini sebenarnya sudah berjalan lama, namun sampai sekarang belum ada hasilnya terkait pembebasan lahan.

Oleh karena itu, dia meminta sesegera mungkin lahan yang menjadi hambatan berdirinya kilang Pertamina-Rosneft agar segera diselesaikan.

"Ya harapannya segera diselesaikan, ini sudah berlangsung tiga tahun, tapi belum selesai juga terkait pembebasan lahan milik warga," pungkasnya.

Diketahui, lahan yang dibutuhkan perusahaan dua negara tersebut sekira kurang lebih 340 hektar.

Sebagian lahan yang tersedia merupakan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sedangkan sekira 85 hektar yang belum terbebas merupakan milik warga Desa Mentoso dan Desa Remen.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved