Berita Surabaya

Sejak 80-an Jadi Warga Kapasari Surabaya, Yusuf Mengaku Tak Kebagian Stan Sentral PKL Pasar Gembong

Bentrok PKL Pasar Gembong dengan petugas Satpol PP Surabaya, Senin malam (12/11/2018) menyisahkan cerita tersendiri bagi Yusuf (62).

Sejak 80-an Jadi Warga Kapasari Surabaya, Yusuf Mengaku Tak Kebagian Stan Sentral PKL Pasar Gembong
foto: luhur pambudi
Yusuf (kaus merah) di samping lapak kecilnya di depan mulut gang Gembong Gedokan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bentrok PKL Pasar Gembong dengan petugas Satpol PP Surabaya, Senin malam (12/11/2018) menyisahkan cerita tersendiri bagi Yusuf (62).

Pedagang VCD dan DVD Player punya alasan tersendiri hingga dia bertahan di depan mulut Gang Gembong Gedokan RT 01 RW 06 Kelurahan Kapasari Kecamatan Genteng, Selasa (13/11/2018).

Ketika hampir seluruh PKL Jalan Kapasari berduyun-duyun ingin pindah dengan mendaftarkan diri ke Petugas Satpol PP agar mendapat nomor urut stan Sentra PKL Gembong.

Tetapi Yusuf memilih selain tetap bertahan di tempat tersebut.

Kakek lima cucu itu mengaku tidak mendapat jatah nomor urut stan yang disosialisasikan pihak Kelurahan Kapasari.

"Saya sudah mengikuti semua aturannya. Mengapa saya gak dapat nomor urut," katanya kepada Surya.co.id.

Yusuf mengaku warga Surabaya asli dan telah tinggal di wilayah Kapasari sejak tahun 80-an.

Namun, ia heran mengapa orang sepuh seperti dirinya tidak mendapat fasilitas stan PKL di area Sentra PKL Gembong.

Menanggapi keluhan Yusuf, Ketua RT 01 RW 04 Gang Gembong Gedokan Aji (63) mengakui bahwa masih ada sedikit masalah dalam proses pendataan.

"Ketika pendataan, tiap hari orang yang di stan ganti-ganti. Jadi semacam luput gitu," kata Aji.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Kapasari Sutikno menganjurkan semua PKL yang masih berkeliaran di luar segera masuk sentra PKL.

"Disini ada pendataan dari dalam. Kalau didata dari luar, nanti tidak terkontrol," kata Sutikno

Sedang Kasat Pol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan  personelnya akan mengevaluasi pendataan terus menerus.

"Kita akan evaluasi, pendataan kami lakukan secara on the spot," jelas Irvan.

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved