Citizen reporter

Begini Resep Menulis ala Sastrawan Agus Noor

Semua penulis terkenal tentu punya resep tersendiri agar tulisannya enak untuk dibaca. Begitu pula Agus Noor, sastrawan kelahiran Tegal, Juni 1968.

Begini Resep Menulis ala Sastrawan Agus Noor
Citizen Reporter
Resep Menulis ala Sastrawan Agus Noor 

SURYA.co.id | MALANG - Semua penulis terkenal tentu punya resep tersendiri agar tulisannya enak untuk dibaca. Begitu pula dengan Agus Noor, sastrawan kelahiran Tegal, Juni 1968.

Ia penulis prosa dan naskah panggung yang tulisannya sudah meluber ke berbagai penjuru Indonesia.
Resep menulis itu dibuka oleh pertanyaan remaja dengan kaus merah muda dan bertopi hitam.

“Bagaimana membuat tulisan bernyawa?” tanyanya menggunakan pengeras suara.

Dengan bergurau Agus menyatakan tidak bisa membuat tulisan bernyawa. Namun, kemudian ia menjawab dengan serius.

“Tulisan baik itu harus bisa membuat pembaca merasakan apa yang kita sampaikan, seperti saat mahasiswa dengan segala keterbatasannya mengirim WA pada orang tua untuk minta uang. Ketika kata minta uang ditambah tanda seru (!) berarti kebutuhan sangat mendesak untuk segera mendapat uang,” tambahnya.

Selain itu, menulis harus menjadi aktivitas rutin agar tulisan yang dikarang tidak kaku. Banyak menulis harus dilakukan penulis untuk menambah keluwesan tulisan, baik tulisan akan diterbitkan atau tidak.

Agus Noor mengaku jika sebagai penulis, ia akan menulis seperti orang bekerja di kantor.

Dalam satu hari ia biasa menulis selama tujuh jam. Tujuannya untuk menambah kualitas tulisan yang dibuatnya.

Meskipun tidak bisa selalu tujuh jam, setidaknya sekitar tujuh jam waktunya khusus untuk menulis setiap hari.

Orang harus benar-benar memberikan waktu untuk menulis dan tidak boleh ditinggalkan.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved