Berita Surabaya

Usai Kampung Jodipan Malang, PT INDANA Garap Kota Tua Surabaya

Perusahaan yang berdiri tahun 1981 ini mendapatkan kesempatan menjalin kerjasama kembali dengan pemkot Surabaya dalam skala besar.

Usai Kampung Jodipan Malang, PT INDANA Garap Kota Tua Surabaya
Ahmad Zaimul Haq
SIMBOLIS - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat melakukan pengecatan secara simbolis disaksiskan Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA) , Steven Antonius Sugiharto, Sabtu (10/11/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA) kembali melebarkan sayapnya.

Setelah tahun 2015 lalu merubah wajah Kampung warna-warni Jodipan, Malang, tahun 2018 perusahaan cat berbasis di Malang ini bekerjasama dengan Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, mewarnai Kota Tua Surabaya.

Kerjasama INDANA dan Pemkot Surabaya bukan yang pertama. Beberapa kampung seperti Kampung Maspati, Kampung Dolly, dan beberapa kampung lainnya dalam sekala kecil memang sudah berubah wajahnya karena berkerjasama dengan INDANA.

Perusahaan yang berdiri tahun 1981 ini mendapatkan kesempatan menjalin kerjasama kembali dengan pemkot Surabaya dalam skala besar.

Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA), Steven Antonius Sugiharto menyampaikan, perusahaannya mendapatkan kepercayaan menyediakan cat untuk 146 bangunan di salah satu kawasan Kota Tua Surabaya Utara, Jalan Panggung.

MOU - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menandatangi MOU revitalisasi Kota Tua di Surabaya Utara disaksikan Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA) , Steven Antonius Sugiharto, Sabtu (10/11/2018)
MOU - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menandatangi MOU revitalisasi Kota Tua di Surabaya Utara disaksikan Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA) , Steven Antonius Sugiharto, Sabtu (10/11/2018) (Pipit Maulidiya)

"Kami sediakan 3, 5 ton cat berbagai warna. Pemkot Surabaya merencanakan cat bangunan dibuat warna-warni. Saya surprise juga karena bayangan awal bangunannya tetap dibuat vintage menggunakan warna cream, tapi ternyata warna warni," akunya setelah mendengar ide Wali Kota Surabaya, yang ingin merevitalisasi Kota Tua Surabaya Utara.

Steven mengatakan, dirinya sempat kaget karena mendapatkan panggilan dari Pemkot Surabaya untuk bekerjasama. Mengingat produk cat yang berbasis di Surabaya ini tentu tidaklah sedikit jumlahnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih karena sudah dipercaya menjadi salah satu di antara empat perusahaan yang memberikan kontribusi kepada revitalisasi Kota Tua Surabaya.

"Kami berprasangka pemkot Surabaya banyak melihat peran INDANA berpartisipasi di Kota Malang. Misalnya pengecatan kampung warna warni Jodipan, dan kampung 3D. Sebelumnya kita juga sudah membangun kerjasama dengan pemkot Surabaya yaitu Kampung Dolly, Maspati, serta beberapa kampung dalam sekala kecil lainnya," tambah Steven.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan sudah sejak lama sebenarnya ingin mengubah wajah Surabaya Utara menjadi kota wisata. Tak lain karena Surabaya Utara memiliki pesona lain pada bangunan-bangunannya yang tua dan masih bagus, sehingga memungkinkan untuk jujukan wisata baru di Surabaya.

CINDERAMATA - Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA) , Steven Antonius Sugiharto menerima cinderamata dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Sabtu (10/11/2018)
CINDERAMATA - Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA) , Steven Antonius Sugiharto menerima cinderamata dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Sabtu (10/11/2018) (Pipit Maulidya)

Menurut Risma, salah satu cara menghidupkan kembali kota tua yang masih jarang dikunjungi orang itu, adalah melakukan pembaruan mulai dari warna cat bangunan.

"Memang harus ada sesuatu yang baru di kota Surabaya, supaya pendatang terus datang baik dia belanja atau wisata. Karena itu kita mulai dari kawasan Surabaya Utara, sebagai destasi lain di Kota Surabaya. Sebetulnya kawasan ini sangat indah kalau dilihat dari bangunannya, meski banyak yang berubah, tapi masih banyak juga yang bisa dipertahankan salah satu ikonnya rumah Abu Han ini," terangnya usai MOU bersama empat perusahaan cat, di rumah Abu Han, Jalan Karet 72.

Dengan pengecatan sejumlah bangunan di kota tua ini, Wali Kota Risma memberikan tanda bahwa kota tua di Surabaya Utara sekarang mulai ada revitalisasi.

Bukan revitalisasi biasa, Wali Kota Risma mendesain cat bangunan di kota tua dengan pilihan warna-warni. Menurut Risma, perubahan warna yang baru di kawasan kota tua membuat orang lebih tertarik.

"Kalau warna biasa saja, orang tidak terlalu memperhatikan. Tapi kalau warna itu berubah, orang mulai tertarik. Itu salah satu cara untuk menarik perhatian masyarakat," kata Risma memberikan alasan.

Konsep mengubah wajah kota Surabaya Utara menjadi lebih hidup dan berwarna diakui Risma, sebetulnya sudah diupayakan sejak periode pertama masa jabatannya.

Namun terkendala karena masyarakat belum terbuka dan belum menemukan titik temu antara dua belah pihak.

"Sebetulnya sudah lama kurapatkan periode pertama, cuma ga ketemu terus. Terus kemarin pak Ery (kepala Dinas Cipta Karya) bilang bisa. Aku pernah ngundang warga ke kediaman 2012 kalau 2013 tapi gak bisa jalan. Sekarang masyarakat sudah mendukung karena mereka sudah melihat banyak yang berubah dan mereka tertarik untuk melakukan perubahan," tutupnya.

Jujukan Wisata Baru di Surabaya Utara

Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya menjelaskan revitalisasi kawasan kota tua tidak hanya dilakukan dengan pengecatan bangunan-bangunan peninggalan kolonial. Melainkan juga perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut.

"Akan dilakukan penataan lebih lanjut mulai salurannya, jalannya, parkirnya, akses lalu lintasnya. Pertimbangan dari ibu wali kota, wisata air nantinya tidak hanya berhenti di Siola tapi diarahkan sampai ke sana (Surabaya Utara, sampai petekan Insya Allah. Namun untuk tahap awal sampai Jembatan Merah," kata Antiek.

Anggota Tim Cagar Budaya yang juga Pakar Tata Kota, Prof Johan Silas turut serta hadir pada momen MOU memberikan komentar positif.

Menurut Prof Johan Silas, Surabaya perlu memperluas cakupan-cakupan pariwisata, karena memiliki potensi besar sekali.

"Jadi ini mungkin strategi ibu (wali kota Surabaya) untuk membangun kota, bukan hanya Jalan Karet tapi sampai Jalan Panggung. Jadi kawasan utara mulai ditampilkan juga, pasti akan memberikan dapak besar misalnya peningkatan ekonomi, keindahan kota, dan kenyamanan pariwista, sekaligus tentunya melestarikan sejarah kota," terangnya.

Prof Johan Silas tidak mempermasalahkan ide pengecatan warna-warni bangunan kota tua. Bahkan menurutnya memang harus ada kesepakatan Pemerintah Kota Surabaya dengan keinginan masyarakat sekitar.

"Ini kan kita harus menampung keinginan masyarakat, supaya mereka merasa nyaman, bukan merasa dikerjain. Sehingga kita usahakan mereka tidak sampai tidak terganggu (dengan pengecatan)," tutupnya.

Menyebar Nilai Positif

Dua bangunan tua di Jalan Panggung, terlihat sangat berbeda dari bangunan kebanyakan di daerah tersebut.

Dua bangunan itu tampak cerah dengan warna merah, orange dan merah muda karena baru saja selesai dicat menggunakan produk PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA), beberapa waktu lalu setelah deal kerjasama dengan Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya.

Kesan suram pada bangunan berkurang banyak, meski hanya dengan polesan warna saja. Bisa bayangkan? Jika 146 bangunan di wilayah tersebut seluruhnya jadi warna-warni, pasti makin banyak orang datang untuk memanfaatkan pemandangan kota tua, untuk berfoto.

Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA), Steven Antonius Sugiharto yang sempat melihat dua bangunan yang sudah berubah jadi cantik itu. Untuk pertama kalinya melihat kota tua, dia langsung setuju dengan ide wali kota Risma mengubah kawasan tersebut lebih berwarna.

"Seru juga di sini bangunan tuanya masih bagus-bagus, kalau di cat warna akan semakin cerah karena sebagian besar ternyata catnya sudah kusam," katanya usai penandatanganan MOU, dan menyempatkan diri melihat bangunan di Jalan Panggung.

Steven melanjutkan INDANA memang memiliki program menciptakan kampung tematik. Dia berharap program tersebut terus konsisten dan memberikan dampak positif kepada setiap daerah yang mereka jangkau.

"Kami berharap masyarakat tahu kualitas produk kami INDANA yang selama ini memang kuat di Jawa Timur, tapi di pinggiran misalnya Malang, Blitar, dab Banyuwangi. Di Surabaya sudah ada, tapi tidak banyak, kami berharap ini salah satu marketing tools kami untuk mengenalkan produk. Selain itu kami ingin menyebar nilai positif dan baru di lingkungan tersebut," terang Steven.

Steven mengatakan cat yang digunakan berbagai macam sesuai dengan medianya. Misalanya mengecat tembok dengan cat tembok, besi dengan cat besi, batu dengan cat batu, kayi dengan cat kayu produk mereka.

Niat pemerintah kota Surabaya dan perusahaan cat ini ditanggapi positif oleh Robert Han, penanggung jawab rumah Abu Han. Menurut Robert sudah sejak lama masyarakat menanti perhatian pemerintah kota Surabaya.

"Program revitalisasi ini sangat bagus, akhir-akhir ini banyak perubahan. Kalau jaman dulu, sini kawasan kumuh, kapan hari ini lampu penerangannya mulai diganti juga lebih terang," katanya menyambut positif.

Di berharap apa yang menjadi niat pemerintah kota Surabaya dan para perusahaan cat benar-benar membawa perubahan bagi lingkungan Kota Tua. Bagaimanapun perubahan menjadi lingkungan yang lebih baik diidamkan setiap orang. (Pipit Maulidiya/*)

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved