Single Focus

Marmut Impor Bebas Diperjualbelikan, Tak Masuk Satwa Liar 

Khusus hewan marmut tidak masuk hewan liar. Binatang imut ini adalah hewan piaraan yang bisa dipiara siapa pun.

Marmut Impor Bebas Diperjualbelikan, Tak Masuk Satwa Liar 
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Marmut impor jenis Guinea Pig 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hewan piaraan yang lucu jenis marmut tak masuk satwa liar. Bahkan jenis marmut apa pun, baik itu marmut lokal maupun marmut impor sekali pun bebas dikembangkan, ditangkarkan, atau dijualbelikan.

 "Tidak bisa dipungkiri bahwa era teknologi adalah keniscayan. Namun begitu marak perdagangan satwa liar hingga kami bekerja sama dengan polisi untuk memelototi peredaran satwa liar yang dilindungi," kata Kasi Pemanfaatan dan Pelayanan BKSDA Jatim Toto Sutiyoso. 

 Namun khusus hewan marmut tidak masuk hewan liar. Binatang imut ini adalah hewan piaraan yang bisa dipiara siapa pun. Toto menegaskan bahwa jenis marmut apa pun baik itu jenis blasteran atau imporsekalipun tak dilarang masuk Indonesia. 

 "Maut tidak termasuk dalam jenis Tanaman Satwa Liar (TSL). Binatang ini adalah binatang ternak. Kalau pun impor hanya perlu Healt Certifkat (HC) dari Balai Karantina," kata Toto.

Pegawai ini mengaku resah terkait perdagangan illegal yang marak do medsos dan via online. Khusus ini Kembnteriaan bekerjasama dengan Polri. Saat ini dikembangkan pengawasan melalui aplikasi  wildlife  illegal trade (e-pelaporan satwa dilindungi).

Toto menyebutkan bahwa prinsipnya peredaran TSL endemik dan eksotik di dalam negeri  harus menggunakan surat angkut (satdn).   Saat satwa ini dikirim harus dilengkapi dokumen resmi. 

"Pengirim harus mendapat izin dari BKSDA menyangkut satwa yang akan dikirim dan tujuan apa. Semua akan dipertanggungjawabkan. Bukti asal usul satwa juga harua jelas," tambah Toto. 

Jika memang tujuan pengirima TSL itu untuk penangkaran juga harus disampaiakan. Yang bersangkutan harus menunjukkan bukti dan kepastian tujuan yang dimaksud.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved