Berita Surabaya

Kota Tua dan Bangunan Kolonial Belanda Jadi Jujukan Wisata Baru di Surabaya Utara

Revitalisasi kawasan kota tua tidak hanya dilakukan dengan pengecatan bangunan-bangunan peninggalan kolonial. Melainkan juga perbaikan infrastruktur

Kota Tua dan Bangunan Kolonial Belanda Jadi Jujukan Wisata Baru di Surabaya Utara
Ahmad Zaimul Haq
OBYEK WISATA BARU - Sejumlah bangunan cagar budaya disepanjang Jl. Panggung ini akan di make over dengan menggunakan cat dari INDANA 

SURYA.co.id | SURABAYA - Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya menjelaskan, revitalisasi kawasan kota tua tidak hanya dilakukan dengan pengecatan bangunan-bangunan peninggalan kolonial. 

Melainkan juga perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut.

"Akan dilakukan penataan lebih lanjut mulai salurannya, jalannya, parkirnya, akses lalu lintasnya. Pertimbangan dari ibu wali kota, wisata air nantinya tidak hanya berhenti di Siola tapi diarahkan sampai ke sana (Surabaya Utara), sampai petekan Insya Allah. Namun untuk tahap awal sampai Jembatan Merah," kata Antiek.

Anggota Tim Cagar Budaya yang juga Pakar Tata Kota, Prof Johan Silas turut serta hadir pada momen MOU memberikan komentar positif.

Menurut Prof Johan Silas, Surabaya perlu memperluas cakupan-cakupan pariwisata, karena memiliki potensi besar sekali.

"Jadi ini mungkin strategi ibu (wali kota Surabaya) untuk membangun kota, bukan hanya Jalan Karet tapi sampai Jalan Panggung. Jadi kawasan utara mulai ditampilkan juga, pasti akan memberikan dapak besar misalnya peningkatan ekonomi, keindahan kota, dan kenyamanan pariwista, sekaligus tentunya melestarikan sejarah kota," terangnya.

Prof Johan Silas tidak mempermasalahkan ide pengecatan warna-warni bangunan kota tua. Bahkan menurutnya memang harus ada kesepakatan Pemerintah Kota Surabaya dengan keinginan masyarakat sekitar.

"Ini kan kita harus menampung keinginan masyarakat, supaya mereka merasa nyaman, bukan merasa dikerjain. Sehingga kita usahakan mereka tidak sampai tidak terganggu (dengan pengecatan)," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved