Single Focus

Guinea Pig, Marmut Impor Alternatif Hewan Peliharaan

Memelihara hewan bisa jadi obat stres yang paling ampuh. Apalagi kalau kamu memiliki hewan-hewan lucu untuk dipelihara.

Guinea Pig, Marmut Impor Alternatif Hewan Peliharaan
surya.co.id/ahmad zaimul haq
MENGGEMASKAN - Airinie Lukito (21) menunjukkan koleksi Guinea Pig yang di Indonesia dikenal sebagai Marmut koleksinya yang kini menjadi salah satu hewan favorit baru untuk dipelihara. 

SURYA.co.id| SURABAYA  - Memelihara hewan bisa jadi obat stres yang paling ampuh. Apalagi kalau kamu memiliki hewan-hewan lucu untuk dipelihara.

Dengan adanya mereka, pulang ke rumah menjadi waktu yang paling kamu tunggu-tunggu setiap harinya. Karena bagaimanapun bermain-main ataupun memandangi hewan peliharaan yang lucu selalu menyenangkan untuk dilakukan.

Salah satu hewan peliharaan yang sedang tren di Surabaya yaitu hewan-hewan impor atau memiliki ras asal luar negeri. Seperti Guinea pig atau lebih dikenal dengan sebutan marmut oleh masyarakat Indonesia. Guinea pig merupakan seekor hewan dengan tampilan yang menggemaskan.

Sama seperti kelinci dan kucing, marmut pun memiliki banyak jenis yang menarik untuk dimiliki. Jenis-jenis guinea pig Shebba Mini, Silkie, serta American, adalah yang kerap dijadikan sebagai peliharan.

Airine Lukito (21) dan Ardie Trio Yapola (23) merupakan salah satu pasangan yang kepincut dengan uniknya marmut impor ini. Sejak menempuh studi di Singapura mereka sudah sangat tertarik dengan marmut berbulu panjang layaknya anjing dan kucing ini.

"Di Singapura harganya bisa sampai Rp 8 juta, pas kami lihat-lihat di bazar mall yang di Surabaya harganya lumayan terjangkau,"ujar Airine.

Varian Guinea pig yang ia beli juga cukup unik karena memilik tiga warna, tidak satu warna seperti kebanyakan dijual di pasaran.

"Buat ngerawatnya juga mudah dan tidak bau, mereka juga nggak rewel jadi enak bisa dirawat di apartemen. Karena kalau mau anjing juga berisik,"lanjutnya.

Merekapun mulai memelihara Guinea pig berjenis Abyssinian. Perawatannya yang mudah ternyata sejalan dengan cepatnya perkembangbiakan marmut berambut panjang ini.

Karena perkembangbiakan yang lumayan cepat. Kedua alumnus Sekolah Raffles Singapura ini memutuskan untuk menjual anak-anak marmut yang berusia sekitar 2 bulan.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved