Berita Banyuwangi

Bertemu Ribuan Guru, Bupati Banyuwangi Minta Pelajar Dibekali Pendidikan Revolusi Industri 4.0

Bupati Banyuwangi meminta guru tak hanya mengajar dan mendidik, tapi juga memiliki keterampilan yang lebih agar menghasilkan siswa kreatif.

Bertemu Ribuan Guru, Bupati Banyuwangi Minta Pelajar Dibekali Pendidikan Revolusi Industri 4.0
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat menghadiri Peringatan Hari Guru Nasional yang ke-73 dan HUT PGRI di Taman Blambangan, Selasa (13/11) 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, meminta guru tidak hanya mengajar dan mendidik, tapi juga harus memiliki keterampilan yang lebih agar menghasilkan siswa yang kreatif.

Hal itu disampaikan Anas saat memimpin upacara Peringatan Hari Guru Nasional yang ke-73 dan HUT PGRI di Taman Blambangan, Selasa (13/11), yang diikuti ribuan guru.

Dalam acara tersebut, Anas juga meneruskan arahan Presiden Jokowi terkait tantangan pendidikan ke depan, terutama dalam menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Saat ini tantangannya sudah berubah, nilai akademis bagus tapi tidak kreatif maka susah bisa berhasil. Kreativitas perlu ditumbuhkembangkan,” kata Anas.

Menurut Anas, di era sekarang ini pendidikan karakter dan akademis saja tidak cukup. Tapi juga perlu penguasaan skills yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0, seperti kolaboratif, komunikatif, dan inovatif.

"Misalnya soal kolaborasi. Seperti dikatakan Pak Jokowi, mari berhijrah dari individualisme ke kolaborasi. DNA Revolusi Industri 4.0 itu kolaborasi, maju bareng-bareng. Itu skills yang harus dikuasai pelajar, bagaimana mereka mampu berkolaborasi dengan banyak pihak untuk berkembang,” papar Anas.

Di samping itu, kata Anas, tren pengangguran lulusan SMK terus bertambah. Maka itu model pengajaran dan pendekatannya harus berubah.

“Guru SMK bisa memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya untuk mengajari siswanya kreatif. Misalnya, pada saat praktek kerja lapangan, siswanya bisa diarahkan dalam kegiatan industri yang ada di sekitar sekolah sesuai bidangnya. Guru yang kreatif akan melahirkan siswa yang kreatif,” ujarnya.

Anas mengingatkan tantangan memasuki era revolusi digital. Berdasarkan kajian Organisasi Buruh Dunia maupun lembaga manajemen global McKinsey, digitalisasi bakal menggerus peluang kerja secara formal.

“Otot-otot terancam diganti kemampuan robotik. Pada 2030, diperkirakan ada 800 juta pekerja diganti robot. Beberapa tahun ke depan secara global juga akan ada alih profesi sampai 375 juta pekerja. Misalnya, sekarang penjaga toko berkurang karena semua belanja online. Ini perlu diperhatikan betul. Anak-anak muda harus kreatif untuk menjawab tantangan itu,” kata Anas.

Tak hanya meminta kreatif, dalam kesempatan ini, Anas juga mengapresiasi kerja keras para pendidik ini dengan menigkatkan insentif guru non PNS dari Rp 300 ribu menjadi Rp 1 juta dengan jumlah total Rp 50,5 miliar.

“Kami sengaja berikan insentif kepada guru non-PNS Rp 1juta. Harapan kami, ini bisa memotivasi untuk bekerja lebih baik, meskipun honor ini tidak sebanding dengan pengorbanan yang para guru jalankan. Setidaknya, intensif menjadi bentuk penghargaan kepada guru,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Anas juga turun menyalami para guru untuk memberikan ucapan selamat hari guru.

Upacara peringatan Hari Guru ini juga dimeriahkan dengan penampilan drumband etnik dari siswa SMPN 3 Banyuwangi. Mereka beratraksi dengan membawakan lagu Mars Guru dan Umbul-umbul Blambangan. 

Baca: Generasi Milenial di Pengembangan Desa-Desa Lereng Gunung Ijen Banyuwangi

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved