Ekonomi

BEI Susun Regulasi Baru bagi Perusahaan Rintisan dan Aset Skala Kecil

"BEI optimis jumlah Perusahaan Tercatat akan terus meningkat dan saat ini ada 14 perusahaan potensial pada pipeline pencatatan BEI," ujar Hana.

BEI Susun Regulasi Baru bagi Perusahaan Rintisan dan Aset Skala Kecil
kontan.co.id
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bursa Efek Indonesia ( BEI) menyusun regulasi baru untuk membuka kesempatan bagi perusahaan rintisan ( startup) dan perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah melalui peluncuran papan akselerasi.

Langkah ini dilakukan guna meningkatkan jumlah Perusahaan Tercatat dan penerbitan efek di BEI, di mana sampai saat ini sudah ada 50 Perusahaan Tercatat di BEI sejak privatisasi bursa pada 1992 silam.

"BEI optimis jumlah Perusahaan Tercatat akan terus meningkat dan saat ini ada 14 perusahaan potensial pada pipeline pencatatan BEI," ujar Divisi Komunikasi BEI, Hana Ahadiyani dalam rilisnya, Selasa (13/11/2018).

Tak hanya itu, lanjutnya, BEI juga berinisiatif menambah regulasi baru untuk mempermudah proses pencatatan perusahaan di sektor pertambangan mineral dan batu bara, perkebunan, energi terbarukan ( renewable energy), dan pertambangan minyak dan gas bumi.

"Konsep peraturan ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pasar yang membutuhkan pendanaan dalam tahap awal ( earlier stage)," terangnya.

Dia menambahkan, saat ini BEI juga dalam tahap menyusun kembali Peraturan Nomor I-A yang secara garis besar diarahkan untuk mempermudah perusahaan agar dapat mencatatkan sahamnya di BEI.

Selain itu, Notasi Khusus juga direncanakan untuk dipublikasikan sehingga investor dapat dengan mudah melihat informasi yang signifikan terkait Perusahaan Tercatat sebelum mengambil keputusan investasi.

"BEI berharap akan semakin banyak perusahaan yang dapat menjadi bagian dari Pasar Modal dengan melakukan pencatatan efek di BEI," ujarnya.

Sebab, kata dia, dengan semakin banyaknya jumlah Perusahaan Tercatat di BEI, diharapkan akan semakin banyak pilihan instrumen investasi bagi investor.

"Selain itu juga, mengakselerasi pertumbuhan perusahaan dan mem-boosting pertumbuhan perekonomian Indonesia," katanya. (Arie Noer Rachmawati)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved