Berita Malang Raya

Tol Malang-Pandaan Ditargetkan Beroperasi Triwulan Pertama 2019

Tol Pandaan-Malang yang memiliki panjang 38,48 km ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I tahun 2019.

Tol Malang-Pandaan Ditargetkan Beroperasi Triwulan Pertama 2019
surya/hayu yudha prabowo
Sejumlah mobil melintasi Tol Malang-Pandaan (Mapan) saat mendekati Exit Tol Karanglo, Kabupaten Malang, Sabtu (9/6/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang mengelola Jalan Tol Pandaan-Malang, optimistis dapat menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang tepat waktu.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh PT Jasamarga Pandaan Malang, jalan tol yang memiliki panjang 38,48 km ini ditargetkan beroperasi pada triwulan I tahun 2019.

Direktur Utama PT JPM, Agus Purnomo menjelaskan, sampai saat ini progresS konstruksi secara keseluruhan untuk Jalan Tol Pandaan-Malang telah mencapai 70%. Sedangkan untuk Seksi 1, 2, dan 3 telah mencapai sekitar 82%.

“Memang yang kami kejar untuk operasional adalah Seksi 1, 2, dan 3. Jadi, nantinya dari Surabaya menuju Malang atau Batu bisa keluar di SingOsari. Jadi, bisa memangkas kalau hari-hari libur dari Surabaya ke Malang bisa tiga sampai lima jam, nanti bisa hanya satu jam,” tambahnya Minggu (11/11/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Agus mengatakan, keberadaan Jalan Tol Pandaan-Malang sangat membantu akses transportasi masyarakat. Meski bukan termasuk bagian Tol Trans Jawa, Jalan Tol Pandaan-Malang dinilai cukup strategis. Pasalnya, jalur antara Malang dan Surabaya senantiasa dipadati oleh kendaraan, terutama saat weekend atau hari libur lainnya karena banyaknya warga yang ingin mengunjungi kawasan wisata di Malang atau Batu.

JPM berharap jalan tol ini akan berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian wilayah setempat, terutama Kota Malang yang saat ini sangat diminati sebagai destinasi wisata.

Dengan nilai investasi mencapai Rp5,97 triliun, Jalan Tol Pandaan-Malang terdiri atas lima seksi, yakni Seksi 1 Pandaan-Purwodadi, Seksi 2 Purwodadi-Lawang, Seksi 3 Lawang-Singosari, Seksi 4 Singosari-Pakis, dan Seksi 5 Pakis-Malang.

Walikota Malang, Sutiaji optimistis tol Malang – Pandaan selesai sesuai waktu. Ditanya terkait permasalahan pembebasan lahan, Sutiaji mengatakan sudah hampir selesai. Namun begitu, Sutiaji tidak menjelaskan detail progres penyelesaiaan saat ini.

“Saya kira sudah hampir selesai karena yang melaksanakan BPN untuk legalitas tanah. Kami hanya juru bayar, mereka datang sesuai dengan dokumennya. Kami hanya memfasilitasi untuk melakukan pembayaran,” jelas Sutiaji, Senin (12/11/2018)

Ditambahkan Sutiaji, tanah yang digunakan untuk kepentingan negara dan umum pada akhirnya tidak bisa dipertahankan. Pasalnya, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk keberlangsungan banyak orang dalam jangka waktu yang lama.

“Kalau melihat peluangnya, pada saatnya tidak bisa karena tanah itu sudah dikehendaki negara untuk kepentingan masyarakat dan umum. Mungkin nanti aturannya pusat. Sementara kami pakai mediasi dulu,” jelasnya singkat.

Pemkot Malang juga berencana membuka akses yang akan memperlancar rute perjalanan. Di rute itu juga akan dibangun sejumlah destinasi wisata.

“Nanti kami akan buka akses ke Batu. Ada kampung Arema, bahkan kemarin ada juga investor ingin bangun di daerah Buring. Kampung Arema dan Museum Alquran akan menjadi andalah,” terang Sutiaji.

Dijelaskan Sutiaji, Kampung Arema nanti menjadi miniatur Malang Raya. Pramusaji dan Pramuniaganya akan mengenakan pakaian Malangan. Di situ juga ditampilkan sejumlah karya-karya anak Malang. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved