Berita pamekasan

Satlantas Polres Pamekasan Tindak 3.737 Pelanggar Lalu Lintas, Kendaraan Jenis Ini Mendominasi

Satlantas Polres Pamekasan, menindak 3.737 pelanggar lalu lintas di jalan raya, dalam Operasi Zebra Semeru 2018

Satlantas Polres Pamekasan Tindak 3.737 Pelanggar Lalu Lintas, Kendaraan Jenis Ini Mendominasi
Surabaya.Tribunnews.com/Muchsin
Petugas Satlantas Polres Pamekasan, saat menindak pengendara bermotor dengan memberi surat tilang dalam Operasi Zebra Semeru 2018. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Satlantas Polres Pamekasan, menindak 3.737 pelanggar lalu lintas di jalan raya, dalam Operasi Zebra Semeru 2018, yang berlangsung selama 13 hari mulai Selasa (30/10/2018) hingga Minggu (11/11/2018).

Dari 3.737 penindakan ini,  didominasi pengendarara sepeda motor yang tidak mengenakan helm pengaman sebanyak 1.250 pelanggar, kemudian pelanggaran lain-lain sebanyak 845 pelanggar. Selanjutnya pengendara tidak memiliki SIM sebanyak 521 pelanggar.

Selain itu, pengendara bermotor yang melawan arus lalulintas sebanyak 400 pelanggar. Tidak menggunakan sabuk pengaman sebanyak 400 pelanggar. Pengendeara sepeda motor  di bawah umur, dan belum waktunya mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya sebanyak 235 pelanggar dan menggunakan ponsel di saat menjalankan kendaraan bermotor.

Kasatlantas Polres Pamekasan, AKP Didik Sugiarto, Senin (12/11/2018) mengatakan, dari seluruh pelanggaran yang ditindak itu, untuk pelanggaran masih didominasi sepeda motor sebanyak 2.077. Sedang pengendara yang melanggar tertinggi karyawan swasta sebanyak 1.838 pelanggar.

“Untuk masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas di jalan raya selama Operasi Zebra Semeru 2018 ini, usianya antara 26 – 30 tahun, dengan jumlah pelanggaran sebanyak 1.700,” ujar AKP Didik Sugiarto.

Dikatakan, dalam Operasi Zebra ini, lokasinya selain beberapa titik di wilayah kota, juga  menyebar di 13 kecamatan di seluruh Pamekasan. Dengan mengawasi prilaku pengendara dan melakukan penindaka berupa tilang.

Menurut AKP Didik Sugiarto, agar masyarakat aman mengendari bermotor, hendaknya persiapkan surat-surat, seperti SMIM, STNK dengan mematuhi aturan lalulintas dan budayakan sopan santun, serta etika berlalu lintas dengan baik.

Pantauan di lapangan, selama ini banyak pengendara yang menerobos lampu merah, seperti di pertigaan Jl Trunojoyo – Jl Teja, petigaan Jl Pintu Gerbang – Jl Dirgahayu, pertigaan Jl Jokotole – Jl KH Wahid Hasyim, pertigaan Jl Stadion – Jl Bonorogo dan pengendara yang menerobos lampu merah itu ditindak.

Penulis: Muchsin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved