Lapor Cak

Lama Terbengkalai Jembatan Penyeberangan Gayungan Surabaya Akses Frontage A Yani kini Tersambung

Pejalan kaki kini bisa memanfaatkan jembatan penyeberangan di kawasan Mal Cito tepatnya di depan gedung Saraswanti Jl Dukuh Menanggal 1-A Gayungan.

Lama Terbengkalai Jembatan Penyeberangan Gayungan Surabaya Akses Frontage A Yani kini Tersambung
surya.co.id/mohammad romadoni
Pengendara motor melintas di bawah jembatan penyeberangan akses Jl Gayungan - Frontage A Yani sisi barat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pejalan kaki kini bisa memanfaatkan jembatan penyeberangan di kawasan Mal Cito tepatnya di depan gedung Saraswanti Jl Dukuh Menanggal Nomor 1-A Gayungan Surabaya.

Pasalnya, jembatan penyeberangan sepanjang sekitar 200 meter dari pintu parkiran Mal Cito itu sebelumnya hanya sampai Jl Ayani, namun kini telah tersambung hingga Frontage sisi barat.

Sebelumnya, pejalan kaki sempat mengeluhkan akses jembatan penyeberangan yang berada di lokasi itu.

Sebab, mereka harus menyeberang jalan Frontage yang selalui ramai dipadati kendaraan dari arah bundaran Waru Sidoarjo. Apalagi, Frontage merupakan akses masuknya kendaraan dari luar kota masuk ke dalam Kota Surabaya.

Vivi Ariska (23) warga Sidoarjo mengatakan sempat kesulitan ketika hendak menyeberang jalan dari arah Mal Cito lantaran saking ramainya kendaraan yang melintas. Ia
terlebih dulu menunggu lama hingga lalu lintas di Frontage lengang untuk menyeberang menuju ke jembatan penyeberangan yang berada di ujung jalan Ayani itu.

"Banyak kendaraan melaju kencang di jalan Frontage selalu was-was, takut kalau menyeberang ke jembatan penyeberangan," ujarnya, Senin (12/11/2018).

Vivi menjelaskan pihaknya mengapresasi pemerintah daerah yang memperhatikan pejalan kaki terkait kebijakan pembangunan menghubungkan jembatan penyebrangan hingga jalan Frontage. Jembatan penyebrangan itu sangat bermanfaat ketika dia pulang menuju ke arah Sidoarjo.

"Kalau pulang ke rumah naik angkutan umum jadi lebih mudah jalan aksesnya, apalagi lewat jembatan penyeberangan sangat efektif menyelematkan pejalan kaki," ungkapnya.

Devi Lathania (29) warga Dukuh Mananggal Surabaya mengatakan nyaris setiap hari melewati jembatan penyeberangan yang berada di sisi jalan Frontage itu. Dia sempat kesulitan mengakses jembatan penyeberangan ketika jalan Frontage sudah dioperasikan.

"Pejalan kaki kan jadi aman tidak harus stop kendaraan ketika menyeberang jika jembatan penyeberangan sudah terhubung sampai Frontage," jelasnya.

Menurut Devi, jembatan penyebarangan itu sempat terbengkalai karena selisih tenggang waktu penyambungan jembatan Frontage itu berlangsung cukup lama. Sebelumnya, dia harus susah payah menuju ke jembatan penyeberangan menembus kepadatan lalu lintas di jalan Frontage Gayungan.

"Kalau bisa supata cepat dioperasikan jembatan penyeberangan ini biar mempermudah pejalan kaki," terangnya.

Kapolsek Gayungan Kompol Sumaryadi menambahkan penyambungan jembatan penyeberangan sampai saat ini masih berlangsung. Kontruksi jembatan penyeberangan sudah tersambung hingga di sisi jalan Frontage.

"Ini kan pembangunan dari Pemkot Surabaya sudah terhubung akses pejalan kaki di jembatan penyeberangan," jelasnya didampingi Wakapolsek AKP Widiyantoro.

Sumaryadi memaparkan keberadaan jembatan penyeberangan ini merupakan fasilitas publik untuk pejalan kaki agar tidak menyeberang di jalan Frontage.

"Penyambungan jembatan penyeberangan ini sangat membantu kelancaraan lalu lintas di jalan Frontage Gayungan," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved