Berita Madiun

Keluarga Korban Jatuhnya Baliho Caleg di Madiun akhirnya Lapor Polisi, Bawaslu telah Memediasi

"Ya, tadi sore kakak saya sudah melapor ke Polsek Kartoharjo," kata Darno saat dihubungi, Senin (12/11/2017) malam.

Keluarga Korban Jatuhnya Baliho Caleg di Madiun akhirnya Lapor Polisi, Bawaslu telah Memediasi
surya.co.id/rahadian bagus
Ima (7) salah satu korban baliho caleg roboh, Minggu malam (11/11/2018). 

SURYA.co.id|MADIUN - Keluarga korban jatuhnya Alat Peraga Kampanye (APK) di Jalan Pelita Tama, Rejomulyo, Kartoharjo, Kota Madiun, Minggu (11/11/2018) malam, akhirnya melapor ke polisi.

Hal itu disampaikan adik korban Jumiatun (60) yang bernama Darno, saat dihubungi.

"Ya, tadi sore kakak saya sudah melapor ke Polsek Kartoharjo," kata Darno saat dihubungi, Senin (12/11/2018) malam.

Ia menuturkan, pihak timses caleg yang bersangkutan juga telah mendatangi rumah kakak iparnya, sore tadi.

"Datang bawa parcel buah, di tinggal di depan pintu. Sekarang masih belum dibuka," katanya.

Sementara itu, empat korban yang tiga di antranya mengalami luka-luka kondisinya sudah mulai membaik.

"Kondisinya tadi sudah mau makan, sudah mau makan semua. Kakak ipar saya, putranya, dan kedua cucunya," katanya.

Sebuah alat peraga kampanye (APK) milik caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) roboh dan menimpa empat pengendara motor, Minggu (11/11/2018) malam.

Diduga konstruksi baliho ukuran 3x4 yang dipasang di Jalan Pelita Tama, Rejomulyo, Kota Madiun itu kurang kuat sehingga ambruk terkena angin.

Akibat peristiwa itu, empat orang yang berboncengan motor, Jumiatun (60), Muhammad Zainudin (23), dan dua cucunya Ima (7), Rasid (1) tertimpa baliho dan terjatuh. Tiga di antaranya mengalami luka-luka.

Bawaslu Kota Madiun yang mendapat laporan dari korban sudah membantu memediasi dengan partai bersangkutan.

Pihak partai dan caleg bersangkutan, mengaku bersedia bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang mengakibatkan tiga orang luka ini.

Diduga baliho bergambar caleg DPR RI Dapil Jawa Timur VII Andro Rohmana P , yang dipasang di Jalan Pelita Tama itu ambruk akibat konstruksi yang kurang kuat, sehingga ambruk saat diterpa angin.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved