Berita Surabaya

Kejati Jatim Memastikan Telah Kantongi Surat Dimulainya Penyidikan Kasus Ahmad Dhani

Sebelum dilaporkan atas kasus dugaan penipuan, Dhani juga terseret dugaan kasus UU ITE.

Kejati Jatim Memastikan Telah Kantongi Surat Dimulainya Penyidikan Kasus Ahmad Dhani
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Ahmad Dhani saat usai menjalani pemeriksaan di Polda Jatim, Rabu (24/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejati Jatim memastikan telah menerima dua Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait dugaan pencemaran nama baik dan dugaan penipuan oleh musisi Ahmad Dhani Prasetyo.

Hal tersebut diungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim Richard Marpaung pada Senin (12/11/2018) siang.

“Benar, kedua SPDP (dugaan penipuan dan ITE) telah kami terima,” papar Richard, Senin (12/11/2018) sore.

Kedua SPDP tersebut, dugaan kasus penipuan dan atau penggelapan bernomor: B/463/X/RES.1.11./2018/ Ditreskrimum, tanggal 8 oktober 2018. 

Kemudian dugaan kasus ITE dengan nomor: SPDP, B/243/IX/RES.2.5./2018/ Ditreskrimsus, tertanggal 18 September 2018.

Richard menambahkan, kedua SPDP terkait kasus Ahmad Dhani itu telah diterima pihak Kejati Jatim sejak beberapa waktu lalu.

"Sudah beberapa bulan lalu," sambung mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung itu.

Ahmad Dhani Prasetyo tersandung dua kasus yang ditangani Polda Jatim, yaitu dugaan kasus penipuan dan penggelapan pembangunan vila di Batu Malang milik Moh Zaini Ilyas dan pelanggaran Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Dhani diduga melakukan penipuan dan penggelapan terkait pembangunan vila di kawasan Batu, Jatim, milik seorang bernama Mohammad Zaini Ilyas.

Sebelum dilaporkan atas kasus dugaan penipuan, Dhani juga terseret dugaan kasus UU ITE.

Saat itu, Koalisi Bela Negara melaporkan Dhani ke Ditreskrimsus Polda Jatim terkait dugaan ucapan 'idiot' yang disematkan dalam videonya, yang diduga ditujukan kepada massa kontra #2019GantiPresiden di kota pahlawan pada Minggu (26/8/2018) lalu.

Hingga kini, penyidik Polda Jatim masih melakukan penyidikan terkait dugaan dua kasus tersebut. (pradhitya fauzi).

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved