Berita Jombang

Buntut Aksi Melangkahi Makam Pendiri NU, Warga Jombang Desak Sandiaga Uno Minta Maaf

Warga Jombang menuntut Sandiaga Uno meminta maaf karena dianggap telah melecehkan ulama dengan melangkahi makam pendiri NU, KH Bisri Syansuri.

Buntut Aksi Melangkahi Makam Pendiri NU, Warga Jombang Desak Sandiaga Uno Minta Maaf
surabaya.tribunnews.com/sutono
Aksi warga Jombang saat menuntut Sandiaga Uno meminta maaf karena telah melangkahi makam pendiri NU. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Juru bicara Tim Pemenangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno, KH Irfan Yusuf (Gus Irfan) menanggapi dingin tuntutan agar Sandiaga Uno meminta maaf karena dinilai melecehkan ulama dengan melangkahi makam pendiri NU, KH Bisri Syansuri. 

Menurut Gus Irfan, tuntutan itu selain terlalu dipolitisasi, juga digoreng.

"Biasalah. Sekarang ini memang tidak cuma tahu dan tempe yang bisa digoreng, apa saja bisa digoreng," kata Gus Irfan, Senin malam (12/11/2018).

Peristiwa Sandi melangkahi makam itu sendiri terjadi di kompleks makam Pondok Pesantren Maambaul Maarif (PPMM) Denanyar Jombang, saat Prabowo-Sandi berziarah di makam KH Bisri Syansuri, pada peringatan Hari Santri Nasional, 2 Oktober 2018 lalu.

Gus Irfan berdalih, mengapa peristiwa itu sengaja digoreng karena peristiwanya sendiri sebenarnya sudah lumayan lama, sekitar dua pekan lalu.

Gus Irfan menjamin Sandiaga Uno tidak ada niat untuk melecehkan kiai, lebih-lebih ulama besar selevel KH Bisri Syansuri.

"Beliau (Sandiaga Uno) datang jauh-jauh dengan niat tulus untuk berziarah. Kalau sengaja mau melecehkan, untuk apa beliau ke sini," kilah putra politisi senior almarhum KH Yusuf Hasyim ini.

Sandiaga Uno saat melakukan ziarah ke makam salah satu Pendiri NU, KH Bisri Syansuri, di Jombang
Sandiaga Uno saat melakukan ziarah ke makam salah satu Pendiri NU, KH Bisri Syansuri, di Jombang (ist/facebook)

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini mengungkapkan, dalam waktu satu-dua hari ini akan ada klarifikasi dari Sandiaga Uno terkait video atau peristiwa yang menggambarkan dia melangkahi makam KH Bisri Syansuri.

"Tunggu saja, pasti segera ada keterangan atau klarifikasi dari Pak Sandiaga. Ya, satu-dua hari inilah," pungkas pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, Tebuireng, Jombang, ini.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Jombang yang tergabung dalam 'Masyarakat Jombang Peduli Ulama' mendesak Cawapres Sandiaga Uno meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas tindakan yang dilakukannya. Yakni, melangkahi makam pendiri NU KH Bisri Syansuri saat ziarah di makam tersebut.

Selain itu, massa juga meminta agar Sandiaga meminta maaf kepada keluarga Kiai Bisri.

"Jika yang dilakukan Sandiaga adalah kesengajaan, maka sangat naif. Jika hal itu berdasarkan ketidaktahuan, maka seharusnya Sandiaga belajar dulu tata cara ziarah makam," kata kordinator aksi Faizuddin Fil Muntaqobat, Senin (12/11/2018).

Menurut Faiz, ziarah dalam Islam tidak hanya mengunjungi orang yang ada di makam. Namun terdapat aturan, seperti ketika masuk makam dianjurkan melepas alas kaki. Kemudian diajurkan dalam keadaan suci ketika berziarah serta membaca salam ketika masuk makam.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved