Berita Malang Raya

Berbekal Uang Palsu Rp1 Miliar, Pasutri di Malang Tipu Teman Sendiri Rp50 Juta

Berbekal uang palsu dengan nominal senilai Rp1 Miliar, pasutri di Malang menipu temannya sendiri Rp50 juta.

Berbekal Uang Palsu Rp1 Miliar, Pasutri di Malang Tipu Teman Sendiri Rp50 Juta
surabaya.tribunnews.com/erwin wicaksono
Polisi membeber barang bukti uang-uang palsu dengan nominal senilai Rp1 miliar yang disita dari pasangan suami istri tersangka penipuan. 

SURYA.co.id | MALANG - Latifah (38) dan Suaminya, Riyanto (40) harus bersama-sama merasakan pengapnya ruang penjara.  

Pasangan suami istri dari Malang ini ditangkap setelah menipu rekannya sendiri, Syaifuddin Huri, warga Pandanlandung, Wagir (39).

Aksi penipuan tersebut dilakukan Latifah dan Riyanto dengan berbekal uang palsu yang nominalnya senilai Rp1 miliar. 

Dengan uang-uang palsu tersebut, mereka berhasil menipu Huri hingga Huri merugi Rp50 juta. 

Saat lancarkan aksinya, pasutri tersebut tidak sendiri. Melainkan dibantu oleh rekan mereka Rusdianto (42).

"Kenalnya ketemu di luar. Kemudian cerita banyak," beber salah satu tersangka, Rusdianto, saat rilis di Mapolres Malang, Senin (12/11/2018).

Mulanya, dalam sebuah pertemuan, korban sempat curhat bahwa dia mengalami masalah keuangan. Entah bagaimana mulanya, namun akhirnya Syaifuddin meminta bantuan pasutri itu untuk membantunya.

"Lha dia minta tolong, saya bisa apa," katanya dengan menunduk.

Rusdianto menjelaskan, dia akhirnya 'membantu' korbannya. Ilmu tipu-tipu dengan modus menggandakan uang gaib ini dia dapatkan dari seorang rekan di Jember.

Dalam beraksi, laki-laki yang sehari-harinya berdagang tokek ini juga bertingkah layaknya dukun. Dia menggunakan kain kuning, putih dan hitam. Juga dupa, lilin serta kalung dari bundaran kayu berukuran besar.

Wakapolres Malang, Kompol Yhogi Hadi Setiawan menjelaskan, para pelaku ini meminta korbannya untuk membawa sebuah koper besar. Mereka katakan, ada uang senilai Rp 1 miliar di dalam koper itu. Dari uang Rp 50 juta berkembang ke Rp 1 miliar, syaratnya harus dibuka pada waktu yang dijanjikan.

"Dijanjikan sekitar satu minggu. Si korban terus tanya ke pelaku sudah boleh dibuka atau belum. Tapi oleh pelaku dijawab masih belum boleh," kata Yhogi.

Karena curiga, akhirnya dibuka tas koper itu. Betapa terkejutnya si korban ketika mendapati tumpukan uang. Setelah diperiksa ternyata yang lainnya adalah uang mainan.

Korban lantas melaporkan kejadian ini ke polisi. Tanpa menunggu waktu lama, ketiga pelaku ditangkap di rumahnya, Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (8/11/2018).

"Tersangka kami jerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved