Berita Malang

Begini Putusan Hakim Perihal Kasus Sengketa Kepengurusan YPI Miftahul Ulum di Malang

Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang kembali menggelar sidang putusan sengketa kepengurusan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Miftahul Ulum.

Begini Putusan Hakim Perihal Kasus Sengketa Kepengurusan YPI Miftahul Ulum di Malang
surya.co.id/erwin wicaksono
Suasana usai sidang putusan sengketa kepengurusan YPI Miftahul Ulum, Senin (12/11/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang kembali menggelar sidang putusan sengketa kepengurusan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Miftahul Ulum, Senin (12/11/2018).

Majelis Hakim dalam putusannya mennyatakan bahwa gugatan oleh pihak penggugat Zainudin tidak bisa diterima karena dinilai cacat formil.

Kuasa hukum pihak tergugat M Arifin mengatakan, sesuai dengan undang-undang yayasan, yang berhak mengajukan gugatan adalah pengurus yayasan yakni Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.

"Sedangkan, pada saat gugatan tersebut diajukan, Zainuddin yang kini menjabat Kepala Sekolah. Maka dari itu, gugatan Zainudin tidak bisa diterima karena dinilai cacat formil," ujar Arifin.

Dengan putusan tersebut, ia mengimbau kepada pihak Rochmad Yasin selaku pihak tergugat agar tidak berpuas diri lebih dulu.

Sebab, putusan yang disampaikan majelis hakim tersebut masih belum berkekuatan hukum tetap. Dan masih harus menunggu 14 hari untuk proses selanjutnya.

"Jadi dengan putusan tersebut, saya berpesan agar masyarakat terutama untuk tidak terburu-buru berpuas diri lebih dulu. Karena masih menunggu 14 hari untuk berkekuatan hukum tetap. Setelah 14 hari, kita menunggu, apakah pihak penggugat mengajukan banding atau tidak, kalau iya kita juga akab berupaya untuk mengajukan banding," tambah Arifin.

Sementara itu, Gus Yasin sapaan Rocmad Yasin selaku tergugat dan juga sebagai Ketua YPI Miftahul Ulum Desa Urek-urek Kecamatan Gondanglegi, berharap agar masyarakat bisa kondusif dengan apapun hasil dari konflik tersebut.

"Kalau saya pribadi berharap agar masyarakat tetap bisa kondusif terkait apapun hasilnya nanti. Terlepas dari apapun hasilnya nanti, dengan proses persidangan yang dimulai sejak bulan Juni tersebut, jika hasil akhirnya berpihak pada kami, kami berharap konflik ini bisa kami jadikan sebagai pelajaran untuk pengurus-pengurus selanjutnya menjadi lebih baik," pungkas Gus Yasin.

Ketua yayasan terpilih, Rahmad Yasin yang akrab disapa Gus Yasin mengatakan, pihaknya merupakan salah satu tergugat dalam duplik perkara perdata Nomor: 97/pdt-G/2018/PN Kepanjen.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved