Pemilu 2019

PPP Optimistis Tuai Efek Positif dari Khofifah dan Muslimat di Jawa Timur

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih optimistis Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dapat membawa efek elektoral di Pemilu 2019 mendatang.

PPP Optimistis Tuai Efek Positif dari Khofifah dan Muslimat di Jawa Timur
Surabaya.tribunnews.com/Bobby Constantine Koloway
Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy, bersama KH Asep Saefuddin Chalim saat menghadiri Rapimwil III dan Santiaji Calon Anggota Legislatif 2018 DPW PPP Jatim di Surabaya, Sabtu (10/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih optimistis Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dapat membawa efek elektoral di Pemilu 2019 mendatang. Terutama, basis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini juga diketuai oleh Khofifah.

Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy, mengatakan bahwa kedekatan partai berlambang Ka'bah ini dengan Khofifah bukan hanya terjadi di pilkada serentak 2018 silam. Jauh sebelum itu, PPP juga merupakan salah satu pengusung Khofifah di pemilihan Gubernur Jatim 2008 silam.

"Tentu, harapan kami sebagai pengusung Ibu Khofifah yang sejak 2008 yang lalu, sinergi antara Ibu Khofifah dan PPP dapat terus berjalan," kata Romy (sapaan Romahurmuziy) ketika ditemui di Surabaya, Minggu (11/11/2018).

Salah satu bentuk keberlanjutan kedekatan tersebut, dengan banyaknya kader Muslimat yang menjadi calon legislatif dari PPP. "Sebagaimana hari ini telah berjalan dengan banyak ditempatkannya kader Muslimat NU di tubuh partai PPP," imbuh Romy.

Dengan adanya basis Muslimat bersama Khofifah, PPP cukup optimistis bisa mendulang suara di Pemilu mendatang, khususnya di Jatim. "Inilah yang menjadi optimisme kami bahwa kami akan masuk dalam posisi tiga besar (hasil pemilu)," kata Romy meyakinkan.

Optimisme juga semakin diperkuat dengan survei internal PPP yang hasilnya menempatkan partai bernafas religius Islam ini sukses menaikkan jumlah suara. "Kami juga telah memiliki survei di setiap daerah pemilihan. Survei ini menunjukkan bahwa PPP akan mengalami kenaikan signifikan, yakni sebanyak dua kali lipat dari hasil pemilu kemarin," tandas Anggota DPR RI ini.

"Tentu, maksud kami adalah kenaikan pada jumlah kursi. Percuma kalau jumlah suara banyak, namun tak bisa dikonversi menjadi kursi. Kami optimistis, kursi kami bisa naik dua kali lipat," pungkasnya.

PPP merupakan satu di antara parpol pengusung pasangan Khofifah dan Wakil Gubernur terpilih, Emil Elestianto Dardak di pilkada serentak Juni lalu. Selain PPP, partai yang juga mengusung kandidat nomor urut 1 itu adalah Demokrat, Golkar, PAN, NasDem, Hanura, PSI, dan PKPI.

Pada pemilu 2014 silam, PPP mendapat 1.176.186 suara (6,28 persen) pemilih di Jatim. Di parlemen, PPP memperoleh 5 kursi DPRD Jatim.

Pada Rapimwil III dan Santiaji Calon Anggota Legislatif 2018 DPW PPP Jatim di Surabaya, Sabtu (10/11/2018), juga dihadiri oleh KH Asep Saefuddin Chalim. Kiai Asep merupakan Juru bicara Tim 9 (relawan Khofifah) yang kini menjadi Ketua Dewan Pembina Jaringan Kiai dan Santri Nusantara (JKSN) untuk relawan Jokowi-Maruf Amin. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved