Berita Jawa Timur

Pakde Karwo Jelaskan Alasan Realisasi Belanja Daerah Tak Pernah Capai Target 5 Tahun Terakhir

Gubernur Jatim, Soekarwo memberikan penjelasan belum tercapainya target realisasi belanja daerah Jawa Timur selama 5 tahun terakhir kepemimpinannya

Pakde Karwo Jelaskan Alasan Realisasi Belanja Daerah Tak Pernah Capai Target 5 Tahun Terakhir
surya/bobby constantine
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat menghadiri sidang paripurna DPRD Jatim, Jumat (31/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memberikan penjelasan belum tercapainya target realisasi belanja daerah Jawa Timur selama lima tahun terakhir kepemimpinannya. Untuk diketahui, realisasi di Jatim belum mencapai seratus persen.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi salah satu yang mempertanyakan hal ini.

"Kegagalan pemerintah untuk mencapai target belanja tersebut patut dipertanyakan. Apakah hal tersebut terkait dengan faktor eksternal atau karena kurang matangnya perencanaan yang disusun oleh pemerintah?" tandas Salimah Hadi, juru bicara Fraksi PKB.

Hal ini ia bacakan pada Pemandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) Gubernur Jatim 2014-2019, Sabtu (10/11/2018) pada Sidang Paripurna di DPRD Jatim.

"Hal ini penting untuk dipertanyakan karena realisasi belanja daerah sangat terkait dengan rencana pembangunan yang disusun sebelumnya, baik dalam dokumen RPJMD maupun RKPD," lanjutnya.

Memang, dalam lima tahun terakhir, target realisasi belanja Pemrov Jatim belum mencapai seratus persen. Misalnya, pada 2017 silam, realisasi belanja baru ada di angka Rp28,89 triliun dari target Rp30,93 triliun (93,39 persen).

Realisasi tersebut menurun dari realisasi di tahun sebelumnya. Di 2016, dari target sebesar Rp24,61 triliun, Pemrov Jatim berhasil merealisasikan Rp23,86 triliun (96,93 persen).

Sedangkan untuk 2018, realisasi belanja baru di angka 41,51 persen. Yakni, dari target Rp30,76 triliun, Pemrov Jatim baru merealisasikan belanja sebesar Rp12,78 triliun.

Menanggapi kritikan dewan, Pakde Karwo (sapaan Soekarwo) pun memberikan penjelasan. Pakde Karwo menegaskan bahwa capaian penyerapan angaran yang selalu berada di atas 90 persen saat ini merupakan yang salah satu yang tertinggi di Indonesia.

"Serapan 95 persen adalah yang paling logis di Indonesia saat ini. Sangat logis, justru kalau kelebihan (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan/Silpa) di atas 10 persen itu yang tidak logis," tegas Pakde Karwo di Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved