Berita Banyuwangi

Generasi Milenial di Pengembangan Desa-Desa Lereng Gunung Ijen Banyuwangi

Di era Industri 4.0, anak-anak muda kreatif jadi tulang punggung industri, termasuk pariwisata. Itulah yang ditunjukkan pemuda di Banyuwangi.

Generasi Milenial di Pengembangan Desa-Desa Lereng Gunung Ijen Banyuwangi
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Ijen Tourism Cluster (ITC) saat memperingati Hari Kopi Sedunia, dengan menggelar Ijen Coffee Night Festival 

Di era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini, pengembangan industri pariwisata tidak bisa seperti dulu lagi. Ciri khas revolusi industri 4.0 adalah internet of things, sehingga keterlibatan generasi milenial menjadi penting. Dengan kreativitas dan dukungan jaringan telekomunikasi, para generasi milenial berusaha membuat sesuatu pembeda di desa-desa Kawah Gunung Ijen Banyuwangi.

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sukses atau tidaknya industri pariwisata dilihat dari dampak ekonomi terhadap masyarakatnya. Sejauh mana industri ini mampu mengerek ekonomi warga di sekitar destinasi itu.

Kawah Gunung Ijen merupakan destinasi favorit di Banyuwangi. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl, dengan kedalaman kawah 200 meter, dan luas mencapai 5.466 Hektar. Gunung ini terletak berdampingan dengan Gunung Merapi lainnya yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

Terdapat 14 desa di tiga kecamatan di Banyuwangi yang berada di kawasan atau kluster lereng Gunung Ijen.

Tiap hari ribuan wisatawan, domestik maupun asing datang ke gunung yang terkenal dengan blue fire-nya itu. Dari Gunung Ijen ini, kelompok-kelompok anak muda, dengan kreativitas mereka berbuat sesuatu agar masyarakat di desa-desa menuju Ijen turut menikmati berkah dari Gunung Ijen.

Mereka membuat sesuatu agar wisatawan tidak hanya ke Gunung Ijen, melainkan juga bisa menikmati potensi-potensi yang ada 14 di tiga kecamatan itu. Empat belas desa tersebut adalah Banjar, Gumuk, Jelun, Kluncing, Licin, Pakel, Segobang, Tamansari (Kecamatan Licin); Glagah, Kampung Anyar, Desa Kemiren, Desa Olehsari (Kecamatan Glagah);Telemung, Gombengsari (Kecamatan Kalipuro).

Seperti anak-anak muda yang berada di Ijen Tourism Cluster (ITC). Kelompok ini merupakan kolaborasi klaster desa di wilayah lereng Gunung Ijen.

ITC merupakan anak-anak muda dengan latar belakang kemampuan dan profesi yang berbeda-beda. Ada pemandu wisata, agen perjalanan, marketing, roaster kopi, barista, fotografer, videografer, akademisi, dan beragam latar belakang anak muda lainnya, yang berasal di 14 desa tersebut.

“ITC bertujuan mengembangkan pariwisata lokal inklusif yang ada di 14 desa, sehingga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Sam Oni, sektretaris ITC.

Oni mengatakan, Gunung Ijen tidak seperti dulu lagi. Dulu untuk menuju Ijen, sangat susah karena jalan yang rusak. Kini jalan menuju Kawah Ijen telah ‘mulus’ dan bisa dilalui dengan moda transportasi darat apapun.

Halaman
1234
Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved