Smart City Jawa Timur

Dinas Kominfo Kota Malang Targetkan Integrasi Jaringan di Seluruh Operasi Perangkat Daerah

Dinas Kominfo Kota Malang bersiap membuat terobosan baru. Terobosan tersebut berupa integrasi jaringan untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dinas Kominfo Kota Malang Targetkan Integrasi Jaringan di Seluruh Operasi Perangkat Daerah
Istimewa
Data aplikasi yang ada di pemkot Malang. 

SURYA.co.id |MALANG - Dinas Kominfo Kota Malang bersiap membuat terobosan baru. Terobosan tersebut berupa integrasi jaringan untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal itu merupakan upaya untuk mendukung program smart city yang dicanangkan Pemerintah Kota Malang.

Saat ini, proses integrasi jaringan tersebut sudah mulai berjalan dan terhubung. Setidaknya 10 pasar tradisional, 16 puskesmas, 57 kelurahan, 5 kecamatan, 45 OPD, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan RSUD Kota Malang. Nantinya seluruh instansi tersebut akan saling terhubung satu dengan lainya.

Kepala dinas Kominfo Kota Malang, Zoelkifli Amrizal menjelaskan bahwa integrasi jaringan tersebut merupakan upaya untuk membangun infrastruktur. Hal itu untuk mendukung enam konsep smart city di Kota Malang.

"Integrasi jaringan itu untuk menguatkan sisi infrastruktur," katanya.

Selain integrasi jaringan untuk seluruh instansi, Dinas Kominfo juga saat ini sudah memiliki 168 aplikasi. Aplikasi tersebut merupakan milik beberapa OPD yang ada di Kota Malang. Aplikasi tersebut ada yang sudah berupa mobile tetapi jug ada yang masih bersifat website. Semua aplikasi tersebut merupakan bagian dari program E-government kota Malang. 

Ada delapan kategori aplikasi yang ada di Pemkot Malang. Delapan kategori aplikasi tersebut adalah sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, pengelolaan SDM, E-monitoring, E-ducation, E-office, E-health, E-Citizen, dan mesia center.

Beberapa contoh aplikasi yang saat ini sudah dimiliki OPD yang ada di kota Malang adalah E-planning, E-finance, Musrenbang, Simrenda, E-kinerja NCC, surat digital dan banyak lainya.

"Nantinya secara bertahap aplikasi-aplikasi tersebut juga akan diintegrasikan. Agar semua bisa terhubung dan memudahkan dalam akses informasi,"tambahnya. 

Tak hanya itu, Dinas Kominfo saat ini tengah berupaya untuk mengembangkan aplikasi Sambat milik Pemkot Malang. Saat ini aplikasi tersebut masih sebagai website. Nantinya aplikasi sambat akan dijadikan dalam bentuk mobile. Sehingga apalikasi tersebut bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat kota Malang.

Di sisi lain, Zoelkifli menjelaskan bahwa ada bebera kendala dalam upaya mengintegrasikan aplikasi-aplikasi tersebut. Salah satu kendalanya adalah adanya perbedaan vendor pembuat. Akibatnya, mengintegrasikan aplikasi tersebut memerlukan waktu yang tidak sebentar.

"Karena pembuatnya berbeda-beda, jadinya cukup sulit untuk bisa mengintegrasikan aplikasi-aplikasi tersebut. Tetapi kami akan segera melakukan pendataan untuk bisa segera melakukan integrasi untuk aplikasi-aplikasi tersebut," tandasnya. 

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved