Berita Sidoarjo

Dana Perbaikan Sekolah Rusak di Sidoarjo Sangat Terbatas

Dana perbaikan sekolah-sekolah rusak di Sidoarjo tahun depan sangat terbatas. Dari kebutuhan sekitar Rp 141 miliar, hanya dialokasikan Rp 32 miliar

Dana Perbaikan Sekolah Rusak di Sidoarjo Sangat Terbatas
antara
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dana untuk memperbaiki sekolah-sekolah rusak di Sidoarjo tahun depan sangat terbatas. Dari kebutuhan sekitar Rp 141 miliar, hanya dialokasikan sebesar Rp 32 miliar saja.

Data di Dinas Pendidikan menyebut, jumlah ruang kelas rusak berat di kota delta mencapai 467 ruangan. Dengan keterbatasan dana yang ada, berarti tidak semua kelas rusak bisa diperbaiki tahun depan.

"Penanganan sarana pendidikan selalu menjadi prioritas. Sebagaimana RPJMD, tahun 2021 Sidoarjo harus bebas dari sekolah rusak," kata Asrofi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidosrjo.

Tapi karena anggaran terbatas, pihaknya pun harus memutar otak. Dalam hal ini, bakal ada skala prioritas dalam penanganan rehab sekolah di Kota Delta.

Selain ruang kelas yang rusak parah, ada juga bangunan sekolah yang rusak ringan dan sedang. Serta seluruh ruangan guru dan bangunan sekolah lain yang juga butuh pembenahan. Totalnya mencapai sekirar 6000 ruangan.

Jika ditotal semua kebutuhan itu mencapai lebih dari Rp 100 miliar. Namun karena tahun 2019 hanya ada alokasi anggaran sebesar Rp 32 miliar, bakal diprioritaskan untuk membangun ruang kelas yang tingkat kerusakannya berat.

Kelas yang bakal menjadi prioritas pembangunan itu rinciannya untuk SD sebanyak 32 lembaga dan SMP jumlahnya 18 lembaga.

Selain itu, perbaikan sekolah juga dirancang bertahap, dengan perhitungan setiap tahun ada sebanyak 300 bangunan sekolah yang dibenahi.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menjelaskan bahwa sebenarnya dewan terus mendesak pemkab menuntaskan sekolah rusak.

Dalam tiga tahun terakhir, menurut dia, pemkab diberikan dana melimpah. Besarnya di atas Rp 50 miliar setiap tahun.

"Dua tahun lalu misalnya, perbaikan gedung sekolah mendapatkan dana Rp 60 miliar. Kemudian tahun berikutnya besarnya Rp 53 miliar, dan tahun 2018 ini alokasinya mencapai Rp 61 miliar," urai dia.

"Namun sampai sekarang juga tetap tidak kunjung tuntas persoalan-persoapan bangunan sekolah rusak itu," tambah dia.

Dirinya mengakui bahwa dalam perhitungan yang dilakukan, total kebutuhan dana untuk menuntaskan sekolah rusak mencapai Rp 141 miliar. Namun, tahun depan kebutuhan itu tidak dicukupi karena dewan menimbang dana besar yang diberikan selalu tidak pernah cukup.

"Dana kami alihkan ke program prioritas lain. Seperti pembangunan rumah sakit, pembangunan frontage road dan beberapa pembangunan prioritas lain," urai politisi PAN tersebut.(ufi)

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved