Smart City Jawa Timur

Bupati Lumajang Thoriqul Haq : Sistem Smart City Harus Libatkan Partisipasi Masyarakat

Hal dasar yang harus kami bangun melalui Smart City terkait partisipasi masyarakat. Sistem di dalamnya bisa membuat masyarakat berpartisipasi

Bupati Lumajang Thoriqul Haq : Sistem Smart City Harus Libatkan Partisipasi Masyarakat
Surabaya.Tribunnews.com/Sri Wahyunik
Bupati Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati 

SURYA.co.id | Kabupaten Lumajang baru memiliki kepala daerah baru yang dilantik pada pekan terakhir September 2018. Bupati Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati langsung menggebrak.

Mereka bertemu masyarakat, mengunjungi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melihat kinerja mereka, juga bertahap merealiasasikan janji kampanye mereka.

Bulan November 2018 ini, keduanya bersama DPRD Lumajang juga membahas Rancangan APBD Lumajang tahun 2019.

Surya.co,id berbincang dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengenai sejumlah rencana kebijakan bagi daerah yang dipimpinnya.

Salah satunya tentang konsep Smart City yang kini digencarkan oleh pemerintah pusat, yang selanjutnya bisa diejawantahkan ke daerah, dari tingkat provinsi sampai kabupaten dan kota, bahkan ke desa (smart village).

Berikut wawancara surya.co.id dengan lelaki yang akrab dipanggil dengan sebutan Cak Thoriq (CT) itu.

Surya : Pemerintah mengharapkan kabupaten dan kota menerapkan Smart City di daerahnya, sebagai kepala daerah baru, bagaimana Cak Thoriq melihat konsep Smart City ini?

CT : Smart City bisa menjadi salah satu alternatif menekan angka korupsi. Jadi kebijakan saya tentang anti korupsi antara lain mewujudkan sebuah Smart City. Seperti contoh pembayaran retribusi. Jika ada e-retribusi, tentu tidak perlu memakai manual. Melalaui sistem manual, surat keterangan asal barang, misalkan dalam komoditas pasir, bisa diperjualbelikan. Jika ada e-retribusi tentu sulit ini dilakukan.

Surya : Konsep seperti apa yang akan diterapkan?

CT : Kami sedang merintis. Kami sudah berkomunikasi dengan ITS terkait IT-nya, kemudian juga dengan Telkom untuk jaringannya. Saat ini sistem seperti e-planning dan e-bujeting sudah berjalan. Bagaimana selanjutnya ini kami satukan menjadi sebuah Smart. Tentu kami harus melakukan perencanaan untuk penggabungan semua sistem. Kami akan sinkronkan dengan kemampuan Pemkab Lumajang.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved