Berita Surabaya

Penyelenggara Surabaya Membara, Taufik Hidayat, Datangi Panggilan Polrestabes Pasca Insiden Viaduk

Taufik mengatakan pihaknya memang tidak berkoordinasi dengan pemkot, namun hanya meminta bantuan teknis dari Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya

Penyelenggara Surabaya Membara, Taufik Hidayat, Datangi Panggilan Polrestabes Pasca Insiden Viaduk
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
Penyelenggara drama kolosal Surabaya Membara, Taufiq Hidayat, saat ditemui di Polrestabes Surabaya, Sabtu (10/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyelenggara drama kolosal Surabaya Membara, Taufik Hidayat, mendatangi pemeriksaan polisi pasca insiden korban kereta api dan jatuh dari viaduk saat menonton acara tersebut.

Mengenakan kaus biru, Taufik mengatakan ini kali kedua dipanggil dan menghadap ke Polrestabes Surabaya atas pemeriksaan dari penyelenggara drama kolosal tersebut.

"Ini tanggung jawab kami dan menjelaskan komitmen kami di hadapan hukum. Apa yang diminta kami siapkan. Ini acara komunitas Surabaya, bukan Pemerintah Provinsi," kata Taufik di Polrestabes Surabaya, Sabtu (10/11/2018).

Pemanggilan panita penyelenggara itu untuk mendalami apakah ada dugaan kelalaian dalam kejadian semalam.

Baca: Bagus Ananda, Korban Insiden Viaduk Surabaya Membara, Dimakamkan di Jember

Baca: Risma Tegaskan Panitia Surabaya Membara Tak Koordinasi dengan Pemkot, Ini Katanya tentang Santunan

Ditanya terkait logo pemerintah provinsi Jawa Timur, ia menilai acara ini merupakan acara anak muda Surabaya dari pendanaan swadaya saat mengamen dan bukan dari pendanaan pemerintah.

Meski demikian logo tersebut ditujukan sebagai terimakasihnya kepada Pemprov Jatim telah memberi ruang dan waktu kepada partisipasi anak muda terhadap peristiwa pahlawan.

"Kepada Pemprov itu hal taktis. Logo kami pakai karena mencantumkan tempat dan ini apresiasi juga. Kami terimakasih banget terhadap Pakde Karwo. Suport itu bukan hanya material tapi kami mengangap kami menikmati tempat. Kami minta disediakan ambulance dari RS Soetomo untuk mensuport," paparnya.

Sementara itu, terkait perizinan lain, ia mengatakan pihaknya memang tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Kota, namun hanya meminta bantuan teknis dari Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya.

Terkait insiden tersebut ia mengatakan sudah menyiapkan beberapa personel keamanan namun tetap mengimbau penonton agar mengamankan diri mereka sendiri pada digelar pada jumat (9/11/2018) malm.

"Kami sampaikan acara ini milik masyarakat, jadi masyarakat menjadi tanggung jawab sendiri, tertib dan akomodatif," kata dia.

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved