Berita Surabaya

Minim Guru Kejuruan, Begini Komentar Ketua IGI Pusat saat di Universitas Narotama Surabaya

Kebutuhan guru pendidikan kejuruan sangat besar seiring dengan program pendidikan vokasi yang ditingkatkan. Namun, jumlah guru kejuruan masih minim

Minim Guru Kejuruan, Begini Komentar Ketua IGI Pusat saat di Universitas Narotama Surabaya
surya/sulvi sofiana
Ketua Umum IGI Pusat, M Ramli Rahim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebutuhan guru pendidikan kejuruan sangat besar seiring dengan program pendidikan vokasi yang ditingkatkan. Sayangnya, jumlah guru kejuruan masih minim.

Ketua Umum IGI Pusat, Ramli Rahim, mengungkapkan hingga saat ini belum ada kampus yang membuat jurusan pendidikan kejuruan. Untuk memenuhi tenaga pengajar bidang kejuruan, sekolah kerap memakai guru yang tidak linier.

"Sangat sedikit guru yang pendidikannya linear. Padahal guru kejuruan sangat dibutuhkan saat ini,” jelasnya dalam Seminar Nasional Guru Indonesia Guru Pejuang, Sabtu (10/11/2018) di Conference Hall Universitas Narotama.

Padahal, guru harus memberikan pelajaran pada siswa sesuai dengan target kurikulum yang harus dituntaskan.

“Tidak hanya itu, tapi guru juga harus bisa menciptakan suasana di mana siswa bisa menyerap materi yang ia sampaikan. Ini tidak mudah. Maka guru juga harus terus belajar,” tutur Ramli.

Melalui wadah IGI, para guru diharapkan dapat mengubah dirinya tanpa harus bergantung pada pihak lain, sehingga siap menjadi lokomotif penggerak perubahan bagi bangsa.

Para guru harus giat mendalami kejuruan yang diampunya dan terus melakukan pengembangan bahan ajar.

“Moto IGI yaitu Sharing and Growing Together akan mengarahkan IGI menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan kejuruan,” tutupnya.

Ketua IGI Surabaya, Cicik Sri Wulandari, mengungkapkan guru sebagai pengajar generasi bangsa perlu meningkatkan kompetensinya.

Untuk itu seminar menjadi bentuk pembelajaran guru dalam menambah pengalamannya. Secara bertahap pengembangan guru difasilitasi oleh IGI dan diikuti bergantian oleh guru.

“Potensi guru di Surabaya Barat dan Surabaya Selatan selanjutnya akan ditingkatkan agar menjadi merata pada 2019,” tuturnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved