Berita Surabaya

Ini Permintaan Erikawati Korban Insiden Viaduk, Sahluki: Minta Terus Nonton Surabaya Membara

Dia menonton Surabaya Membara atas permintaan putrinya Erikawati. Sebagai orangtua dia berupaya menuruti keinginan putri keduanya itu

Ini Permintaan Erikawati Korban Insiden Viaduk, Sahluki: Minta Terus Nonton Surabaya Membara
surya/mohammad romadoni
Sahluki ayah korban Erikawati yang meninggal insiden viaduk Jl Pahlawan saat berada di ruangan kamar jenazah RSUD dr Soetomo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sahluki (41) sekeluarga menjadi salah satu korban insiden viaduk Jalan Pahlawan saat nonton pagelaran drama kolosal Surabaya Membara. Dia berangkat bersama istriya Liana (37) dan putrinya Erikawati (9).

Mereka mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Jalan Kalimas Baru Surabaya menuju lokasi perhelatan drama kolosal Surabaya Membara di depan kantor Gubernur Jawa Timur kawasan Tugu Pahlawan.

Saat itu, di sepanjang jalan sudah dipenuhi banyak orang. Sahluki berinisiatif naik ke atas karena melihat banyak orang yang berada di viaduk.

Kemudian, ia menitipkan motor di parkiran dan jalan kaki menyusuri gang sempit menuju ke atas viaduk.

"Di bawah sudah penuh tidak kelihatan lalu ke atas (viaduk)," kata Sahluki di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Sabtu (10/11/2018).

Baca: Risma Tegaskan Panitia Surabaya Membara Tak Koordinasi dengan Pemkot, Ini Katanya tentang Santunan

Baca: Video Sebelum Penonton Surabaya Membara Terjatuh dari Viaduk, Panitia Sempat Berikan Tepuk Tangan

Sahluki tidak menyangka nonton drama kolosal Surabaya Membara dari viaduk justru berbuah petaka.

Ketiganya sempat terjatuh ketika terjadi kepanikan hingga memicu saling dorong saat ada Kereta Api dari arah Stasiun Gubeng menuju Stasiun Pasar Turi melintas di Viaduk.

Sejumlah orang bahkan terjatuh dari atas viaduk.

Nahas, saat berdesak-desakkan putrinya Erikawati siswi kelas III SD terlepas dari pegangan ibunnya. Korban terseret gerbong Kereta Api hingga menderita luka parah di kepalanya.

Erikawati meninggal di lokasi kejadian dan jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo.

"Tidak ada petugas yang melarang menonton dari viaduk sudah banyak orang di sana ," ujar Sahluki.

Dia menonton Surabaya Membara atas permintaan putrinya Erikawati.

Sebagai orangtua dia berupaya menuruti keinginan putri keduanya itu.

Ia tidak mempunyai firasat apapun ternyata menonton drama kolosal Surabaya Membara itu ternyata permintaan terakhir korban.

"Anak saya minta terus ingin nonton Surabaya Membara, minta ke atas (Viaduk) biar kelihatan," ucap Sahluki.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved