Berita Surabaya

HPN Ajak Pengusaha Nahdliyin di Jatim Kembangkan Ekonomi Nasional, Begini Strateginya

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) optimistis pengusaha nahdliyin bisa menjadi basis pengembangan ekonomi umat

HPN Ajak Pengusaha Nahdliyin di Jatim Kembangkan Ekonomi Nasional, Begini Strateginya
SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Ketua HPN Jatim, Arif Afandi memberikan penjelasan pada acara Temu Bisnis Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jawa Timur 2018, Sabtu (10/11/2018) di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) optimistis pengusaha nahdliyin bisa menjadi basis pengembangan ekonomi umat. Pengembangan ini bisa dimulai dari Jatim sebagai basis pengembangan ekonomi nasional.

Sekjen Pimpinan Pusat (PP) HPN, Luqmanul Hakim menegaskan bahwa keberadaan HPN saat ini berada hampir di seluruh Provinsi di Jatim. Pengurus provinsi tersebut membawahi ratusan pengurus cabang di tingkat kabupaten maupun kota.

"Sehingga, dengan adanya jaringan tersebut, seharusnya HPN bisa menjadi basis pengembangan ekonomi umat," kata Luqmanul pada sambutannya di acara Temu Bisnis Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jawa Timur 2018, Sabtu (10/11/2018) di Surabaya.

Hadir pada pertemuan tersebut sejumlah pengurus HPN Jatim. Serta, beberapa pengusaha Nahdilyin se-Jatim. Di depan peserta pertemuan, Luqmanul lantas mengingatkan semangat Nahdlatut Tujjar, organisasi berbasis ekonomi yang juga pendiri NU.

Sejak awal peran Nahdlatut Tujjar dalam memberdayakan ekonomi umat mendapatkan dukungan dari para pendiri NU. Pada awal pendiriannya di 1918, Nahdlatut Tujjar berdiri sebagai perwujudan dari pengembangan ekonomi nasional yang pada 1928 kemudian menjadi salah satu organisasi pendiri NU.

"Jatim sebagai awal kebangkitan NU maka dengan semangat itulah, HPN bisa bangkit kembali dimulai dari Jatim," tegas Luqmanul.

Potensi itu bisa diwujudkan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya, dengan kerjasama antara HPN dengan pemerintah. Misalnya, dengan kerjasama pemberian bantuan modal dari pemerintah.

Pemerintah telah berkejasama dengan NU untuk menyalurkan Kredit Ultra Mikro (UMi). Tahun ini, jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp1,5 triliun.

"Jumlah tersebut bisa saja lebih besar, asalkan penyerapan bantuannya bisa signifikan," tandasnya.

Diakui olehnya, untuk menyerap modal sebesar itu, tidaklah mudah.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved